FIFA Izinkan Balogun Bermain Picu Kemarahan Belgia, Rudi Garcia: Kaya April Mop

15 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - FIFA secara mengejutkan menangguhkan larangan satu pertandingan yang seharusnya diterima penyerang tim nasional Amerika Serikat, Folarin Balogun, sehingga ia diizinkan tampil dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Belgia. Keputusan tak terduga ini memicu reaksi keras dari kubu Belgia, dengan pelatih Rudi Garcia menyindirnya sebagai “April Mop”.

Sebelumnya, Balogun menerima kartu merah langsung pada menit ke-64 saat Amerika Serikat menghadapi Bosnia & Herzegovina di babak 32 besar. Insiden tersebut terjadi setelah penyerang itu secara kontroversial menginjak pergelangan kaki bek Bosnia, Tarik Muharemovic, menyusul tinjauan Video Assistant Referee (VAR).

Meskipun Balogun berhasil mencetak gol pembuka dalam kemenangan 2-0 Amerika Serikat, kartu merah tersebut secara otomatis akan membuatnya absen di pertandingan berikutnya. Namun, FIFA mengumumkan penangguhan sanksi tersebut pada Minggu, 5 Juli 2026, sekitar 30 jam sebelum pertandingan krusial Amerika Serikat melawan Belgia.

Kecaman Keras dari Belgia

Pelatih kepala Belgia, Rudi Garcia, tidak menahan diri dalam mengkritik keputusan FIFA, bahkan menyamakannya dengan lelucon “April Mop”.

Garcia menegaskan bahwa Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA) tidak hanya membela tim nasional atau federasi mereka, tetapi juga membela integritas sepak bola secara umum. Ia juga menyatakan bahwa ini adalah kali pertama dalam sejarah Piala Dunia keputusan semacam ini dibuat.

"Saya tidak tahu bahwa tanggal 5 Juli adalah Hari April Mop; ini berita baru bagi saya. Pikiran dan pendapat kami ada dalam pernyataan tersebut - kami membela sepak bola; ini adalah pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia keputusan ini dibuat," kata Garcia.

RBFA sendiri mengeluarkan pernyataan resmi yang menunjukkan “kebingungan” dan “keterkejutan” atas keputusan FIFA. Federasi tersebut menegaskan bahwa penangguhan sanksi Balogun secara langsung bertentangan dengan ketentuan peraturan kompetisi Piala Dunia 2026 yang telah ditetapkan. RBFA saat ini sedang menyelidiki semua opsi potensial untuk melindungi hak-hak sah semua tim peserta dan prinsip-prinsip dasar fair play.

Kontroversi Kartu Merah dan Dukungan AS

Insiden yang melibatkan Balogun bermula dari dugaan pelanggaran yang dinilai wasit pantas diganjar kartu merah langsung. Setelah tinjauan VAR, keputusannya tetap Balogun harus keluar lapangan.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

FIFA menjelaskan bahwa penangguhan tersebut didasarkan pada Pasal 27 Kode Disipliner FIFA, yang memungkinkan badan yudisial untuk menangguhkan sepenuhnya atau sebagian pelaksanaan tindakan disipliner. Jika Balogun melakukan pelanggaran serupa selama masa percobaan satu tahun, skorsingnya akan dicabut dan sanksi akan diberlakukan. Sebelumnya, FIFA telah memutuskan bahwa Balogun akan menjalani skorsing otomatis satu pertandingan tanpa kemungkinan banding. Pelatih Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, sebelumnya berpendapat bahwa Balogun tidak pantas menerima kartu merah, menggambarkannya sebagai “tindakan normal dalam sepak bola yang terjadi secara tidak sengaja.” Senada, pemain AS Christian Pulisic juga merasa pelanggaran Balogun tidak disengaja dan ada pelanggaran yang lebih buruk yang tidak dihukum berat dalam turnamen tersebut. Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyambut baik keputusan FIFA. Melalui media sosial, Trump menulis, “Terima kasih kepada FIFA karena telah melakukan hal yang benar, dan membalikkan ketidakadilan besar!” Bahkan, para pemain AS awalnya terkejut dan sempat mengira berita penangguhan Balogun itu mungkin hasil rekayasa AI.

Read Entire Article
Bisnis | Football |