Inggris Harus Takut pada Erling Haaland

4 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Inggris menghadapi tantangan besar saat berjumpa Norwegia pada babak perempat final Piala Dunia 2026. Sorotan utama tentu mengarah kepada Erling Haaland yang sedang berada dalam performa luar biasa sepanjang turnamen.

Striker Manchester City tersebut menjadi motor utama keberhasilan Norwegia mencatat sejarah dengan menembus 8 Besar Piala Dunia untuk pertama kalinya. Ketajamannya di depan gawang membuat setiap peluang sekecil apa pun berpotensi berubah menjadi gol.

Haaland telah mengoleksi tujuh gol hanya dalam empat pertandingan di Piala Dunia 2026. Catatan tersebut menempatkannya sejajar dengan Kylian Mbappe dan Lionel Messi di puncak daftar sementara peraih Sepatu Emas.

Bagi Inggris, menghentikan Haaland bukan hanya soal menjaga satu pemain. Pasukan Thomas Tuchel harus mampu memutus suplai bola sekaligus mengantisipasi insting tajam sang penyerang yang dikenal sangat efisien dalam memanfaatkan peluang.

Ketajaman Haaland Jadi Senjata Utama Norwegia

Performa Haaland sepanjang Piala Dunia 2026 menjadi bukti bahwa dirinya masih menjadi salah satu penyerang paling berbahaya di dunia. Ia mencetak dua gol saat menghadapi Irak dan Senegal pada fase grup sebelum diistirahatkan ketika Norwegia kalah 1-4 dari Prancis.

Keputusan tersebut terbukti efektif karena Haaland kembali tampil segar di fase gugur. Ia mencetak gol kemenangan pada menit-menit akhir melawan Pantai Gading di babak 32 besar sebelum memborong dua gol saat Norwegia menyingkirkan Brasil dengan skor 2-1 di babak 16 besar.

Secara keseluruhan, Haaland kini telah mengoleksi 62 gol dari 54 penampilan bersama tim nasional senior Norwegia. Lebih impresif lagi, hanya enam gol di antaranya berasal dari titik penalti, menunjukkan ketajamannya dalam situasi permainan terbuka.

Produktivitasnya juga sangat konsisten dalam pertandingan kompetitif. Penyerang berusia 25 tahun itu selalu mencetak gol dalam 14 laga kompetitif terakhir bersama Norwegia dengan total 27 gol selama periode tersebut.

Efisien Meski Minim Sentuhan, Inggris Tak Boleh Lengah

Saat menghadapi Brasil, Haaland tidak mendominasi permainan sepanjang pertandingan. Ia hanya mencatat empat sentuhan di dalam kotak penalti lawan, tetapi tetap mampu mencetak dua gol yang memastikan Norwegia melangkah ke perempat final.

Gol pertamanya lahir pada menit ke-79 untuk memecah kebuntuan. Sementara gol kedua dicetak melalui tendangan mendatar dari luar kotak penalti, memperlihatkan kemampuannya menyelesaikan peluang dari berbagai situasi.

Legenda Inggris, Ian Wright, menilai efektivitas Haaland menjadi alasan mengapa lawan tidak boleh hanya melihat jumlah sentuhan bolanya.

"Orang-orang terus membicarakan berapa banyak sentuhan yang dia lakukan. Dia tidak perlu banyak melakukan sentuhan," katanya pada ITV.

Sumber: BBC Sport

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Prediksi Argentina vs Mesir: Duel Ketiga Lionel Messi dan Mohamed Salah

Read Entire Article
Bisnis | Football |