Fabrizio Romano Ungkap Zidane Setuju Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026

18 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Zinedine Zidane dikabarkan telah mencapai kesepakatan verbal untuk mengambil alih posisi pelatih Timnas Prancis setelah gelaran Piala Dunia 2026 berakhir. Klaim ini datang dari pakar transfer sepak bola terkemuka, Fabrizio Romano, yang menyebut Zidane akan menggantikan Didier Deschamps.

Romano mengungkapkan bahwa Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) memprioritaskan Zidane sebagai suksesor Deschamps. Pemahaman verbal antara Zidane dan FFF telah terjalin sekitar tiga bulan sebelum Piala Dunia 2026 rampung. "Situasinya jelas. Ada kesepakatan verbal, dan Zidane akan menjadi pelatih tim nasional yang baru setelah Piala Dunia," jelas Romano. Dokumen resmi diharapkan akan ditandatangani oleh kedua belah pihak setelah turnamen akbar tersebut usai.

Bahkan Zidane juga sudah memiliki kerangka dab daftar staf kepelatihan untuk membantunya selama bertugas melatih timnas Prancis.

Pergantian kepemimpinan ini akan terjadi menyusul tersingkirnya Prancis di semifinal Piala Dunia 2026 setelah dikalahkan Spanyol 0-2 pada 14 Juli 2026. Pertandingan perebutan tempat ketiga pada 19 Juli 2026 akan menjadi laga terakhir bagi Didier Deschamps di kursi kepelatihan.

Jejak Gemilang Didier Deschamps

Didier Deschamps telah memimpin Timnas Prancis sejak tahun 2012, sebuah periode yang diwarnai dengan berbagai prestasi signifikan. Di bawah arahannya, Prancis berhasil meraih gelar Piala Dunia 2018 dan UEFA Nations League. Deschamps juga sukses membawa Les Bleus mencapai final Piala Eropa 2016 dan final Piala Dunia 2022.

Deschamps dikenal sebagai sosok yang berhasil baik sebagai pemain maupun pelatih tim nasional, dan merupakan rekan seangkatan Zinedine Zidane. Ia menjadi orang ketiga yang memenangkan Piala Dunia sebagai pemain dan pelatih, mengikuti jejak Mário Zagallo dan Franz Beckenbauer. Selama 14 tahun masa jabatannya, Deschamps mengawasi 186 pertandingan, memenangkan 122 di antaranya.

Meskipun sempat menghadapi kritik terkait gaya bermainnya yang cenderung defensif di masa lalu, Deschamps kemudian menuai pujian setelah melakukan perubahan taktis yang berani, menjadikan timnya lebih menyerang. Timnya dikenal karena disiplin taktis, organisasi pertahanan, dan kemampuan untuk tampil di bawah tekanan dalam pertandingan sistem gugur.

Zidane Kembali ke Lapangan: Tantangan dan Ekspektasi

Sejak meninggalkan Real Madrid pada Mei 2021, Zinedine Zidane belum kembali melatih klub maupun tim nasional mana pun. Ia diketahui menolak beberapa tawaran, dengan Timnas Prancis selalu menjadi tujuan utamanya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Selama dua periode kepelatihannya di Real Madrid dari tahun 2014 hingga 2021, Zidane mencatatkan rekor impresif dengan meraih 11 trofi, termasuk tiga gelar Liga Champions. Mantan penyerang Swedia, Zlatan Ibrahimovic, mendukung penuh Zidane menggantikan Deschamps, menyatakan bahwa skuad Prancis membutuhkan manajer yang kuat, bukan sekadar pelatih taktik. "Zidane melakukan pekerjaan yang luar biasa di Real Madrid. Dia memenangkan tiga gelar Liga Champions," ujar Ibrahimovic. Zinedine Zidane diprediksi akan menghadapi tantangan besar saat memegang kendali Timnas Prancis. Salah satu keputusan krusial adalah apakah akan mempertahankan pendekatan ofensif yang sudah diterapkan Deschamps atau membangun sistem permainan baru yang membawa ciri khasnya. Selain itu, Zidane juga akan bertugas mengelola deretan pemain bintang di lini serang seperti Kylian Mbappé, Ousmane Dembélé, Aurélien Tchouaméni, William Saliba, Désiré Doué, Bradley Barcola, dan Michael Olise. Ekspektasi terhadapnya sangat tinggi untuk mempertahankan atau bahkan meningkatkan prestasi tim. Jika rencana ini terwujud, ini akan menjadi debut Zidane sebagai pelatih tim nasional.

Read Entire Article
Bisnis | Football |