Fabio Capello Ragu Rangnick Cocok di Milan, Sebut Rafael Leao Tak Pernah Matang

8 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Fabio Capello mengungkapkan keraguannya terhadap rencana AC Milan yang dikabarkan ingin menunjuk Ralf Rangnick untuk memimpin sektor olahraga klub. Mantan pelatih Rossoneri itu juga menyoroti situasi Rafael Leao yang disebutnya sudah menunjukkan tanda-tanda ingin meninggalkan San Siro.

Milan saat ini tengah memasuki masa transisi setelah berpisah dengan sejumlah figur penting di jajaran manajemen dan kepelatihan. Situasi tersebut terjadi setelah berakhirnya musim 2025-2026 yang mengecewakan.

Laporan terbaru menyebut Rangnick menjadi salah satu kandidat kuat untuk mengambil peran penting dalam struktur klub. Namun, Capello menilai proyek seperti itu belum tentu mudah diterapkan dalam sepak bola Italia.

Selain membahas Rangnick, Capello juga memberikan pandangannya mengenai Leao. Menurutnya, penyerang asal Portugal itu memiliki bakat besar, tetapi gagal mencapai kematangan yang diharapkan selama membela Milan.

Capello Pertanyakan Rencana Milan Merekrut Rangnick

Milan masih belum memiliki struktur kepemimpinan baru setelah melepas sejumlah petinggi dan staf utama klub. Kondisi tersebut memunculkan banyak pertanyaan mengenai arah proyek Rossoneri ke depan.

Capello mengakui Rangnick memiliki rekam jejak yang baik bersama proyek Red Bull di Salzburg dan Leipzig. Namun, ia menilai tantangan di Milan sangat berbeda dibanding pengalaman yang pernah dijalani pelatih asal Jerman tersebut.

"Hal itu tentu mengkhawatirkan. Cardinale merombak semuanya hanya dalam hitungan detik dan sekarang dia harus bergerak cepat mencari pengganti. Tampaknya dia ingin fokus pada nama-nama asing. Izinkan saya sebagai orang Italia sedikit mengernyitkan dahi," ujar Capello kepada La Gazzetta dello Sport.

"Saya tidak mengenalnya secara pribadi, tetapi tentu saya tahu perjalanan kariernya. Dia membangun proyek besar di Salzburg dan Leipzig hampir dari nol. Namun Milan adalah sesuatu yang berbeda. Yang paling sulit saya bayangkan adalah bagaimana di Italia seorang pelatih hanya melatih sementara semua hal lain ditangani seorang supervisor, meskipun dia sangat kompeten dan memiliki ide yang jelas," lanjut Capello.

Fans Milan Dinilai Wajar Merasa Marah

Kegagalan Milan lolos ke Liga Champions selama dua musim berturut-turut membuat suasana di sekitar klub semakin tidak menentu. Kondisi tersebut juga memicu kekecewaan besar dari para pendukung.

Menurut Capello, ketidakstabilan yang terjadi di ruang direksi semakin memperburuk situasi. Ia bahkan mengingatkan bahwa musim buruk lainnya bisa memicu reaksi yang lebih besar dari para suporter. "Itu sangat wajar setelah dua tahun gagal lolos ke Liga Champions. Saya bahkan tidak berani membayangkan bagaimana reaksi para pendukung Rossoneri jika mereka kembali menjalani musim mengecewakan untuk ketiga kalinya secara beruntun," kata Capello. "Bagaimana mungkin seseorang menjawab tidak atas pertanyaan itu? Situasi seperti ini jelas menimbulkan kekhawatiran karena klub membutuhkan kepastian arah secepat mungkin," imbuh Capello.

Read Entire Article
Bisnis | Football |