Ekuador vs Jerman: Di Ujung Tanduk

4 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Ekuador vs Jerman akan menjadi laga penentuan di matchday terakhir Grup E Piala Dunia 2026. Duel ini berlangsung di MetLife Stadium pada Jumat, 26 Juni 2026, pukul 03.00 WIB.

Pertandingan ini menghadirkan tekanan besar bagi Ekuador yang belum meraih kemenangan. Sementara itu, Jerman sudah memastikan tiket ke fase gugur setelah memenangi dua laga awal.

Bagi La Tri, tiga poin menjadi target mutlak untuk menjaga asa lolos ke babak 32 besar. Hasil imbang diperkirakan tidak cukup karena persaingan peringkat tiga terbaik berlangsung sangat ketat.

Jerman Incar Rekor Sempurna

Jerman datang dengan kepercayaan diri tinggi usai membuka turnamen secara impresif. Die Mannschaft membantai Curacao 7-1 sebelum menundukkan Pantai Gading 2-1 lewat comeback dramatis.

Pahlawan kemenangan atas Pantai Gading adalah Deniz Undav yang mencetak dua gol dari bangku cadangan. Penyerang Stuttgart itu kini terlibat langsung dalam lima gol, dengan rincian tiga gol dan dua assist.

Tim asuhan Julian Nagelsmann memang belum tampil sempurna dalam organisasi permainan. Namun, produktivitas mereka menjadi yang terbaik di turnamen sejauh ini dengan total sembilan gol.

Kemenangan atas Ekuador juga akan memperpanjang tren positif Jerman menjadi 12 kemenangan beruntun di semua kompetisi. Catatan itu akan menyamai rekor kemenangan terpanjang mereka sejak era Jerman Barat pada 1979 hingga 1980.

Meski tajam di depan, lini belakang Jerman masih menyisakan pekerjaan rumah. Mereka gagal mencatat clean sheet dalam delapan laga Piala Dunia terakhir sejak final Piala Dunia 2014 saat mengalahkan Argentina 1-0.

Ekuador di Ujung Tanduk

Ekuador berada dalam situasi sulit setelah hanya mengumpulkan satu poin dari dua pertandingan. Mereka kalah 0-1 dari Pantai Gading sebelum bermain imbang tanpa gol melawan Curacao.

Kekalahan dari Pantai Gading terasa menyakitkan karena Ekuador tiga kali membentur tiang gawang. Mereka kemudian kebobolan gol penentu pada menit ke-90.

Masalah terbesar La Tri ada pada penyelesaian akhir. Saat menghadapi Curacao, mereka melepaskan 27 tembakan, tetapi gagal mencetak gol karena penampilan gemilang kiper Eloy Room.

Tim racikan Sebastian Beccacece memang akrab dengan hasil imbang. Sejak Juli 2024, Ekuador sudah mencatat sembilan pertandingan yang berakhir 0-0.

Rekor pertemuan juga tidak berpihak kepada wakil Amerika Selatan itu. Ekuador selalu kalah dalam dua duel sebelumnya melawan Jerman dengan agregat 2-7.

Laga ini menjadi ujian mental terbesar bagi Ekuador di Piala Dunia 2026. Jika kembali gagal mencetak gol, mereka terancam mengakhiri turnamen tanpa satu gol pun.

Sumber: Sport Mole

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Paraguay vs Australia: Harus Menyerang dan Menang

Read Entire Article
Bisnis | Football |