Cristiano Ronaldo Buang-Buang Peluang di Timnas Portugal

9 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Tim nasional Portugal mengakhiri agenda persiapan mereka menjelang putaran final Piala Dunia 2026 dengan mengemas kemenangan tipis 2-1 atas Nigeria. Pertandingan pemanasan tersebut diselenggarakan di Kota Leiria pada Kamis (11/6/2026) dini hari WIB.

Walaupun skuad Selecao das Quinas memetik poin penuh, perhatian khalayak justru tertuju kepada performa Cristiano Ronaldo yang menyia-nyiakan beberapa kesempatan matang di depan gawang.

Striker gaek yang kini menginjak usia 41 tahun tersebut diturunkan sejak menit pertama sebagai starter. Ia pun mengantongi menit bermain yang relatif lebih panjang jika dibandingkan dengan barisan pemain utama Portugal lainnya dalam laga itu.

Kendati demikian, Ronaldo belum berhasil memperbanyak pundi-pundi gol internasional miliknya yang sekarang tertahan di angka 143 gol, yang merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah sepak bola pria level timnas.

Selama jalannya laga, eks penggawa Manchester United dan Real Madrid itu sejatinya memperoleh minimal dua kans bersih untuk mencatatkan namanya di papan skor. Sangat disayangkan, eksekusi akhir yang kurang sempurna membuat momentum berharga tersebut menguap begitu saja.

Roberto Martinez selaku manajer Portugal pada akhirnya memutuskan untuk menarik keluar Ronaldo ketika pertandingan memasuki menit ke-65. Langkah ini diambil demi menjalankan skema rotasi pemain berskala besar guna memberikan kesempatan bertanding bagi pilar-pilar lain di dalam skuadnya.

Pedro Neto Buka Keunggulan, Nigeria Sempat Menyamakan Kedudukan

Portugal berhasil memecah kebuntuan terlebih dahulu pada menit ke-23 lewat aksi Pedro Neto. Pemain sayap yang dikenal lincah itu mampu menuntaskan sebuah peluang dengan apik sekaligus membawa negaranya memimpin sementara dengan skor 1-0.

Akan tetapi, keunggulan tim tuan rumah tidak bertahan lama. Timnas Nigeria, yang pada edisi kali ini absen di putaran final Piala Dunia 2026, sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat sumbangan gol Akor Adams pada menit ke-37. Skor sama kuat ini pun terus bertahan hingga turun minum.

Ketika paruh kedua dimulai, Martinez langsung menginstruksikan delapan pergantian pemain sekaligus secara masif. Strategi tersebut sengaja diterapkan oleh sang juru taktik demi menakar kualitas kedalaman komposisi pemainnya sebelum berkompetisi di panggung tertinggi dunia.

Francisco Conceicao Jadi Penentu Kemenangan

Langkah penyegaran strategi yang ditempuh Portugal pada akhirnya mendatangkan hasil positif. Francisco Conceicao, yang memulai laga dari bangku cadangan, keluar sebagai sosok penyelamat yang mengunci kemenangan tim.

Tepat pada menit ke-75, talenta muda ini melakukan pergerakan menusuk dari sektor kanan lapangan sebelum akhirnya melepaskan sepakan melengkung yang menghujam pojok tiang jauh gawang Nigeria. Gol cantik tersebut memastikan Portugal menyudahi perlawanan tim tamu dengan keunggulan 2-1.

Aksi memukau dari Conceicao ini menjadi angin segar tersendiri bagi Portugal yang tengah memerlukan variasi tajam di sektor gawang selain bergantung pada sosok Ronaldo maupun legiun senior lainnya.

Hasil positif atas Nigeria ini menjadi modal krusial bagi armada Roberto Martinez sebelum memulai sepak mula di Piala Dunia 2026. Pada laga persahabatan yang digelar sebelumnya, Portugal juga memetik skor kemenangan yang serupa, yakni 2-1 kala bersua Chile.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lionel Messi Tegaskan Argentina Masih Haus Prestasi di Piala Dunia 2026

Read Entire Article
Bisnis | Football |