Belanda vs Aljazair: Dominan Sepanjang Laga, De Oranje Justru Tumbang

11 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Aljazair berhasil mencuri kemenangan 1-0 atas Timnas Belanda dalam laga uji coba internasional yang berlangsung di Stadion Feijenoord, Rotterdam, Kamis (4/6/2026). Gol semata wayang yang dicetak Anis Hadj Moussa pada menit ke-86 menjadi satu-satunya pembeda di antara kedua tim.

Sepanjang pertandingan, Belanda tampil lebih menguasai permainan. Skuad Ronald Koeman mendominasi jalannya laga dan berulang kali mengancam gawang lawan, khususnya di babak pertama.

Namun efektivitas menjadi soal. Di saat Oranje berulang kali gagal mengkonversi peluang, Aljazair justru memanfaatkan satu momen krusial lewat aksi individu gemilang Hadj Moussa menjelang akhir laga.

Hasil ini tak berpengaruh apa pun terhadap posisi kedua tim di kancah internasional. Baik Belanda maupun Aljazair sama-sama menjadikan laga ini sebagai persiapan terakhir sebelum memulai perjalanan mereka di putaran final Piala Dunia 2026 pekan depan.

Babak Pertama

Belanda langsung mengambil kendali sejak menit pertama. Tim tuan rumah membangun tekanan melalui pergerakan Cody Gakpo dan debutan Crysencio Summerville di kedua sisi lapangan.

Peluang terbaik pertama Oranje muncul di menit kedelapan. Tijjani Reijnders berhasil melewati lawannya sebelum mengirim umpan matang kepada Donyell Malen yang berdiri bebas di kotak penalti.

Malen punya cukup ruang dan waktu untuk menyelesaikan peluang itu. Namun tembakannya membentur tiang kiri gawang Luca Zidane dan skor pun tetap kunci.

Belanda sempat merayakan gol pada menit ke-10. Reijnders menuntaskan umpan Summerville dari jarak dekat, tetapi gol tersebut dianulir wasit karena Summerville terlebih dahulu terjebak offside.

Serangan Oranje terus mengalir tanpa henti. Di menit ke-19, Ryan Gravenberch menguji Zidane dengan tembakan dari depan kotak penalti, sebelum Malen kembali menyia-nyiakan peluang emas dari jarak dekat.

Kiper Aljazair tampil luar biasa sepanjang babak pertama. Luca Zidane berulang kali menggagalkan upaya Gakpo, Reijnders, dan Malen untuk menjaga gawangnya tetap perawan.

Aljazair nyaris membalas pada menit ke-27. Riyad Mahrez mengontrol bola dengan baik sebelum menyuplai Mohamed Amoura, tetapi sepakan sang penyerang masih terdefleksi dan melambung di atas mistar. Kedudukan 0-0 pun bertahan hingga turun minum.

Kedua pelatih melakukan banyak rotasi saat jeda. Ronald Koeman dan Vladimir Petkovic sama-sama memanfaatkan laga persahabatan ini untuk memberi menit bermain kepada lebih banyak pemain menjelang Piala Dunia. Belanda tetap gigih mencari gol pembuka. Malen kembali mendapat peluang di menit ke-52, namun tembakannya dari sudut sempit masih meleset dari sasaran. Justin Kluivert yang masuk dari bangku cadangan hampir memecah kebuntuan di menit ke-62. Tembakan melengkungnya mengarah ke pojok atas gawang, tetapi Zidane kembali menunjukkan refleks gemilang dengan menepis bola tepat waktu. Tempo laga kemudian meredup seiring derasnya pergantian pemain dari kedua kubu. Peluang bersih pun semakin jarang tercipta meski kedua tim terus berupaya membangun serangan. Kebuntuan akhirnya terpecahkan di menit ke-86, dan justru Aljazair yang memecahnya. Nabil Bentaleb melepaskan umpan panjang ke sisi kanan yang langsung disambut Anis Hadj Moussa. Winger Feyenoord itu menggiring bola masuk ke kotak penalti tanpa mendapat halangan berarti. Setelah melewati Jorrel Hato, Hadj Moussa melepaskan tembakan kaki kiri yang spektakuler, bola meluncur deras ke pojok kiri atas gawang Robin Roefs dan Aljazair pun unggul 1-0. Belanda mencoba menekan di sisa waktu yang ada. Namun Aljazair berhasil mempertahankan keunggulan tipis itu hingga peluit panjang dibunyikan, dan pulang dari Rotterdam dengan membawa tiga poin.

Read Entire Article
Bisnis | Football |