Barcelona Punya Modal Bagus Jelang Kembali Hadapi Atletico Madrid

3 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Barcelona sukses mengamankan kemenangan krusial setelah menundukkan Atletico Madrid dengan skor 2-1 dalam lanjutan Liga Spanyol musim 2025/2026. Hasil ini membuat pasukan Hansi Flick semakin mantap bertengger di puncak klasemen dengan keunggulan tujuh angka, saat kompetisi tinggal menyisakan delapan pertandingan lagi.

Kemenangan tersebut terasa semakin bernilai lantaran Real Madrid sebelumnya juga menelan kekalahan dengan skor identik saat melawat ke markas Mallorca. Kondisi ini semakin membuka jalan bagi Barcelona untuk mempertahankan gelar juara liga musim ini.

Namun, di balik hasil positif itu, sorotan justru tertuju pada sikap Lamine Yamal usai pertandingan. Winger muda berusia 18 tahun tersebut tampak menunjukkan kekecewaan dan langsung menuju ruang ganti tanpa ikut merayakan gol kemenangan bersama rekan-rekannya.

Tiga Poin Penting di Markas Atletico

Gol penentu kemenangan Barcelona tercipta pada menit ke-87 lewat aksi Robert Lewandowski. Penyerang asal Polandia itu memastikan tambahan tiga poin, meski proses golnya tak lepas dari unsur keberuntungan.

Kemenangan di Stadion Metropolitano menjadi modal besar dalam perburuan gelar. Dengan hanya delapan laga tersisa, posisi Barcelona kini berada di jalur yang sangat menguntungkan untuk kembali mengangkat trofi La Liga.

Meski demikian, jalannya pertandingan tidak sepenuhnya menggambarkan kekuatan sebenarnya kedua tim. Atletico Madrid harus bermain dengan 10 pemain sejak sebelum turun minum setelah Nico Gonzalez diganjar kartu merah.

Selain itu, tim besutan Diego Simeone juga tidak menurunkan sejumlah pemain penting sejak menit awal. Nama-nama seperti Julian Alvarez dan Ademola Lookman sengaja diistirahatkan dalam pertandingan tersebut.

Efektivitas Jadi Catatan Penting

Di sisi lain, laga ini juga menyoroti satu pekerjaan rumah yang masih dimiliki Barcelona, yakni penyelesaian akhir. Tim asal Catalan itu dinilai belum cukup tajam dalam memaksimalkan peluang yang tercipta.

Sepanjang pertandingan, Barcelona mampu mencatatkan delapan tembakan tepat sasaran. Namun, tidak semua peluang tersebut berhasil dikonversi menjadi gol tambahan.

Ferran Torres menjadi salah satu pemain yang gagal memanfaatkan peluang emas. Ia tercatat menyia-nyiakan dua kesempatan matang yang seharusnya bisa membuat Barcelona unggul lebih nyaman.

Sementara itu, Lamine Yamal hampir saja mencetak gol spektakuler. Aksi individunya di dalam kotak penalti hanya berakhir dengan bola yang membentur sisi luar tiang gawang. Momen tersebut menunjukkan kualitasnya, sekaligus menggambarkan kurangnya keberuntungan dalam penyelesaian akhir Barcelona. Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat Barcelona memiliki ambisi besar di Liga Champions musim ini. Trofi Eropa disebut-sebut menjadi target utama yang ingin mereka wujudkan.

Read Entire Article
Bisnis | Football |