Australia Vs Turki: Muda dan Berbahaya, The Socceroos Bikin Popovic Bangga

2 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Australia memulai langkahnya di Piala Dunia 2026 dengan hasil yang sangat meyakinkan. Bertanding pada laga lanjutan matchday 1 Grup D di BC Place, Vancouver, Kanada, Minggu (14/6/2026) siang WIB, Socceroos sukses menundukkan Turki dengan skor 2-0.

Kemenangan ini terasa istimewa karena diraih dengan cara yang tidak mudah. Australia harus bertahan menghadapi tekanan Turki hampir sepanjang pertandingan sebelum menghukum lawannya lewat serangan-serangan balik efektif.

Nestory Irankunda menjadi pembeda pada babak pertama lewat aksi individu gemilang yang berujung gol pembuka. Sementara Connor Metcalfe memastikan kemenangan Australia melalui tembakan jarak jauh yang tak mampu dihentikan Ugurcan Cakir.

Hasil tersebut tidak hanya memberi tiga poin penting bagi Australia. Pelatih Tony Popovic juga mendapatkan alasan tambahan untuk bangga karena para pemain muda yang ia percaya mampu tampil luar biasa di panggung terbesar sepak bola dunia.

Popovic Terpukau Melihat Perkembangan Pemain Mudanya

Kemenangan atas Turki menjadi bukti bahwa proyek regenerasi Australia berjalan ke arah yang tepat. Sejumlah pemain muda tampil berbahaya dan mampu menjawab kepercayaan yang diberikan oleh Tony Popovic.

Gol pertama Australia lahir dari aksi brilian Nestory Irankunda. Winger berusia 20 tahun itu memperlihatkan kecepatan dan ketenangan luar biasa sebelum menaklukkan kiper Turki, Ugurcan Cakir.

Proses gol tersebut juga melibatkan pemain muda lainnya, Paul Okon-Engstler. Gelandang berusia 21 tahun itu menjadi pemberi assist yang membantu Irankunda mencetak gol pembuka bagi Socceroos.

Usai pertandingan, Popovic mengaku sangat bangga melihat para pemain mudanya berkontribusi besar dalam kemenangan penting tersebut. “Itu sangat istimewa," ucapnya, dikutip dari laman resmi FiFA.

"Anda melihat para pemain muda bekerja sama untuk mencetak gol, dan Anda tidak bisa meremehkan dampak positifnya terhadap kepercayaan diri dan keyakinan mereka. Secara emosional, pertandingan ini akan sangat menguras tenaga para pemain, jadi kita harus kembali dan pulih dengan baik serta fokus pada pertandingan melawan AS.”

Australia Datang dengan Skuad yang Didominasi Generasi Baru

Keberhasilan Australia mengalahkan Turki juga menarik perhatian karena mayoritas skuad yang diturunkan masih berusia muda. Banyak pemain yang bahkan masih berada pada awal perjalanan karier profesional mereka.

Di lini depan, Australia memiliki Mohamad Toure yang baru berusia 22 tahun. Usia yang sama juga dimiliki bek Alessandro Circati dan penjaga gawang Patrick Beach yang tampil solid sepanjang pertandingan.

Nestory Irankunda menjadi pemain termuda Australia yang tampil pada laga tersebut. Pemain berusia 20 tahun itu sukses mencuri sorotan berkat gol pembuka yang menjadi titik balik pertandingan.

Sementara itu, Paul Okon-Engstler yang berusia 21 tahun juga menunjukkan kualitasnya dengan mencatatkan assist penting. Menariknya, pemain tertua Australia yang bermain melawan Turki hanyalah Cameron Burgess yang berusia 30 tahun, sedangkan pemain senior lainnya seperti Aiden O'Neill dan Harry Souttar masih berusia 27 tahun.

(FIFA)

Klasemen Grup D Piala Dunia 2026

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

EKSKLUSIF! Mendengar Ribuan Suara Penggemar Brasil Menggema di MetLife Stadium

Read Entire Article
Bisnis | Football |