AS Ogah Longgarkan Pembatasan Perjalanan untuk Iran Jelang Kontra Belgia di Piala Dunia 2026

3 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Amerika Serikat (AS) secara tegas menolak untuk melonggarkan pembatasan perjalanan yang diberlakukan terhadap Tim Nasional Iran selama partisipasinya di Piala Dunia 2026. Keputusan ini tetap berlaku menjelang pertandingan penting Iran melawan Belgia dalam Grup G, yang dijadwalkan berlangsung pada 21 Juni 2026, di Los Angeles.

Berdasarkan aturan ketat tersebut, skuad Iran hanya diizinkan memasuki wilayah AS maksimal 24 jam sebelum pertandingan dan harus segera kembali ke markas pelatihan mereka setelah peluit akhir dibunyikan. Tim berjuluk Team Melli ini diketahui beroperasi dari kamp pelatihan di Tijuana, Meksiko, dan hanya melakukan perjalanan ke AS khusus untuk pertandingan.

Permintaan Iran agar dapat tiba di kota tuan rumah dua hari sebelum pertandingan, sebuah praktik standar untuk persiapan tim, telah ditolak oleh otoritas AS. Situasi ini memicu keberatan dari pihak Iran yang berencana mengajukan keluhan resmi kepada FIFA.

Keluhan Federasi dan Dampak pada Persiapan Tim

Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) telah secara resmi menyampaikan keluhan kepada FIFA terkait pembatasan perjalanan ini. FFIRI berpendapat bahwa pembatasan tersebut tidak sejalan dengan prinsip penyediaan kondisi yang setara bagi seluruh tim peserta, serta berpotensi mengganggu proses persiapan tim secara signifikan.

Pelatih Iran, Amir Ghalenoei, bahkan menyebut timnya sebagai "tim yang paling terzalimi di Piala Dunia" karena tidak mendapatkan waktu pemulihan yang memadai seperti tim-tim lain. Senada dengan pelatihnya, Kapten tim Mehdi Taremi juga mengungkapkan bahwa masalah logistik ini telah membuat beberapa minggu terakhir menjadi "bencana".

Dampak dari pembatasan ini terlihat jelas setelah pertandingan pertama Iran melawan Selandia Baru di Los Angeles yang berakhir imbang 2-2. Delegasi Iran harus segera meninggalkan AS dan kembali ke Tijuana, Meksiko, hanya beberapa jam setelah pertandingan usai. Hal ini mengakibatkan kurangnya waktu pemulihan, adaptasi, dan rutinitas persiapan pra-pertandingan yang normal bagi para pemain.

Penjelasan AS dan Potensi Pelonggaran di Masa Depan

Andrew Giuliani, Direktur Eksekutif Satuan Tugas Piala Dunia Gedung Putih, menjelaskan bahwa pengaturan perjalanan bagi tim Iran telah dikomunikasikan dengan jelas sebelum turnamen dimulai. Menurutnya, hal ini merupakan bagian dari mekanisme yang telah disusun oleh otoritas AS. Departemen Keamanan Dalam Negeri AS menambahkan bahwa langkah-langkah tersebut adalah tindakan pencegahan keamanan yang telah disepakati dengan Iran, juga terkait dengan kekhawatiran keamanan yang lebih luas serta ketegangan geopolitik antara kedua negara.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Selain pembatasan perjalanan, beberapa isu lain juga muncul, termasuk penolakan visa bagi sejumlah anggota staf tim Iran. Tercatat, 15 perwakilan Iran untuk Piala Dunia 2026 ditolak visanya, meskipun empat di antaranya kemudian berhasil mendapatkan visa setelah mengajukan banding. Alokasi tiket Piala Dunia untuk penggemar Iran juga sempat dicabut sesaat sebelum turnamen dimulai. Meskipun demikian, masalah visa yang sempat dialami pemain sayap Iran, Mehdi Torabi, telah berhasil diselesaikan. Pihak tim memastikan Torabi telah memperoleh visa baru dengan izin masuk berkali-kali ke wilayah Amerika Serikat. Giuliani juga menyatakan bahwa "diskusi sedang berlangsung" mengenai pembatasan perjalanan ini, dan perubahan mungkin diterapkan untuk pertandingan grup terakhir Iran melawan Mesir di Seattle pada 27 Juni. Namun, untuk pertandingan melawan Belgia, aturan ketat tetap berlaku.

Read Entire Article
Bisnis | Football |