Arsenal Gagal Juara Carabao Cup, Emmanuel Petit Kritik Keputusan Mikel Arteta Mainkan Kepa

3 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Kegagalan Arsenal meraih salah satu dari target empat trofi musim ini memantik sorotan tajam. Kekalahan dari Manchester City di partai final Carabao Cup membuat peluang The Gunners menutup musim dengan gelar pun pupus.

Dalam laga tersebut, kesalahan fatal kiper Kepa Arrizabalaga menjadi titik balik yang merugikan Arsenal. Blunder itu membuka jalan bagi Manchester City untuk mengunci kemenangan sekaligus membawa pulang trofi. Catatan buruk Kepa di Wembley pun kembali menjadi perbincangan.

Keputusan pelatih Mikel Arteta memainkan Kepa dibanding David Raya menuai kritik luas. Salah satu suara keras datang dari mantan gelandang Arsenal, Emmanuel Petit.

Penilaian Petit

Dalam pernyataannya, Petit menilai Arteta telah mengambil keputusan yang keliru di momen krusial. Ia menegaskan bahwa dalam laga final, kemenangan adalah segalanya, sehingga pelatih seharusnya menurunkan pemain terbaiknya.

“Ketika Anda bermain di final, tidak peduli bagaimana caranya, yang penting adalah menang. Itu berarti Anda harus memilih pemain terbaik,” ujar Petit.

Ia memahami alasan Arteta yang tetap mempercayai Kepa karena kontribusinya hingga membawa tim ke final. Namun, menurut Petit, pendekatan tersebut tidak tepat dalam pertandingan sebesar final.

“Ini soal trofi, soal kemenangan. Anda harus membuat keputusan demi kepentingan terbaik klub dan para penggemar. Faktanya, kesalahan itu membunuh permainan,” tambahnya.

Arteta Terlalu Ambil Risiko

Di sisi lain, keputusan Arteta sebenarnya bukan tanpa preseden. Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, juga mengambil langkah serupa dengan memainkan James Trafford alih-alih Gianluigi Donnarumma. Namun, hasil akhir menunjukkan perbedaan besar dari dua keputusan tersebut.

Secara teori, keputusan Arteta mungkin tidak akan dipermasalahkan jika Kepa tampil solid dan Arsenal berhasil menang. Namun realitas di lapangan berkata lain, kesalahan terjadi dan berujung pada kekalahan.

Petit juga menyoroti bahwa Arsenal sudah cukup lama tidak meraih trofi, sehingga semestinya Arteta menurunkan komposisi terbaik sejak awal di Wembley. Ia menilai risiko yang diambil sang pelatih terlalu besar untuk pertandingan sepenting final.

Meski demikian, kekalahan ini tidak sepenuhnya bisa dibebankan kepada Kepa. Secara keseluruhan, performa Arsenal dinilai jauh dari harapan. Tim gagal tampil sebagai satu kesatuan yang solid, sehingga memberi ruang bagi Manchester City untuk mendominasi.

Alasan Manchester United Ogah Terburu-buru Permanenkan Michael Carrick

Read Entire Article
Bisnis | Football |