Jakarta, CNN Indonesia --
Pakistan terus mengintensifkan upaya diplomatik untuk mempertemukan kembali Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk berunding di Islamabad setelah fase pertama pembicaraan pada 12-13 April lalu gagal menghasilkan terobosan.
Analis Research Center for Asian Studies (RCAS), Dr Nazir Ahmad Mir, menilai Pakistan terus berupaya mendorong gencatan senjata dalam perang yang dipicu aliansi AS-Israel terhadap Iran sejak 28 Februari demi melindungi stabilitas ekonominya sendiri.
"Pakistan secara langsung terdampak oleh perang AS-Israel terhadap Iran," sebut Mir, dalam tulisannya untuk Centre for Peace Studies.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan bahwa ekonomi Pakistan sangat bergantung pada impor minyak dari kawasan Teluk, dana talangan dari negara-negara Arab, serta remitansi miliaran dolar dari jutaan pekerja Pakistan di kawasan tersebut.
"Gangguan di negara-negara tersebut secara alami akan memengaruhi ekonomi Pakistan," ujarnya.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump disebut memperpanjang gencatan senjata setelah adanya permintaan dari Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Panglima Angkatan Darat Pakistan Jenderal Asim Munir.
Hubungan AS-Pakistan
Mir menilai hubungan yang membaik antara Islamabad dan Washington pada masa jabatan kedua Trump menjadi salah satu faktor penting di balik keberanian Pakistan memainkan peran mediasi.
Setelah hubungan Pakistan-AS sempat memburuk di era Joe Biden, pemerintahan Trump dinilai lebih terbuka terhadap Islamabad. Trump bahkan beberapa kali memuji pimpinan militer Pakistan, yang memperkuat posisi Munir dalam menjalankan diplomasi regional.
Di sisi lain, Pakistan juga menjaga hubungan seimbang dengan Iran dengan menghindari keberpihakan terbuka dalam konflik regional Timur Tengah, termasuk menolak permintaan Arab Saudi untuk bergabung dalam perang melawan Houthi di Yaman.
Selain faktor hubungan dengan Trump, China juga memainkan peran penting di belakang layar. "China telah membujuk Iran untuk berbicara dengan AS, bukan hanya sekali tetapi dua kali," tulis Mir.
Menurutnya, Beijing berkepentingan menjaga stabilitas kawasan demi melindungi Pakistan sebagai mitra strategis serta mengurangi dampak ekonomi perang.
Shuttle Diplomacy
Pakistan kini menjalankan diplomasi ulang-alik atau shuttle diplomacy. Munir mengunjungi Teheran untuk bertemu Presiden Iran dan pejabat senior lainnya, sementara Sharif melakukan kunjungan ke Arab Saudi, Turki, dan Qatar guna membangun tekanan regional agar jalur negosiasi tetap terbuka.
Mir menilai Pakistan berhasil memanfaatkan momentum geopolitik secara cerdas.
"Pakistan berada di posisi yang tepat, pada waktu yang tepat, dan secara cerdas memanfaatkan situasi untuk kepentingannya," katanya.
Jika berhasil, Pakistan diperkirakan dapat memperoleh manfaat jangka pendek berupa dukungan finansial dari AS dan negara-negara Teluk, serta keuntungan jangka panjang berupa peluang reformasi ekonomi domestik.
Secara politik dalam negeri, langkah mediasi ini juga memperkuat legitimasi pemerintahan Shehbaz Sharif dan militer Pakistan di bawah Munir, sekaligus mengalihkan perhatian dari isu penahanan Imran Khan dan kritik terhadap kemunduran demokrasi.
Namun Mir menegaskan bahwa ambisi Pakistan sebagai mediator regional memiliki keterbatasan besar.
"Pakistan tidak memiliki daya tekan nyata baik terhadap Presiden Trump maupun Iran," tulisnya.
Ia menilai Pakistan tidak memiliki modal politik, ekonomi, maupun militer yang cukup untuk benar-benar memaksa Washington atau Tehran mencapai kesepakatan permanen.
Oportunisme geopolitik
Mir juga menyoroti paradoks posisi Pakistan yang berupaya menjadi penengah konflik global, tetapi masih gagal menyelesaikan persoalan keamanannya sendiri, termasuk konflik berkepanjangan dengan Afghanistan dan Taliban.
"Ini tampak paradoks. Bagaimana mungkin negara yang gagal menyelesaikan masalah dengan tetangga terdekatnya dapat menjadi kekuatan stabilisator di kawasan?" tulis Mir.
Selain itu, ketegangan sektarian domestik turut menjadi sorotan setelah Munir dilaporkan melontarkan pernyataan kontroversial kepada komunitas Syiah Pakistan terkait dukungan mereka terhadap Iran.
Menurut Mir, kondisi tersebut menunjukkan bahwa Pakistan masih menghadapi tantangan serius dalam keamanan domestik, legitimasi politik, dan hubungan regional.
"Tujuan utama Pakistan saat ini adalah membendung perang dan membatasi dampak buruknya terhadap negara," ujarnya.
Ia menambahkan, terlalu dini menyebut Pakistan sebagai kekuatan stabilisator kawasan sebelum negara itu mampu memperbaiki keamanan internal, memulihkan ekonomi, dan berdamai dengan negara-negara tetangganya sendiri.
Pada akhirnya, Mir menilai langkah Pakistan lebih mencerminkan kalkulasi strategis dan oportunisme geopolitik ketimbang kapasitas nyata sebagai penjamin stabilitas regional.
(dna)
Add
as a preferred source on Google

15 hours ago
15





























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3324618/original/083189900_1608026626-20201215-Harga-emas-terus-turun-ANGGA-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473020/original/097246400_1768383522-1000205954.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494532/original/088044000_1770295769-0L5A4471.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4156441/original/068897800_1663062670-Emas5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482252/original/052974900_1769168891-publikasi_1769163600_69734b50b3a7d.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467577/original/035269700_1767923184-AP26008792900594.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3149800/original/042221500_1591853664-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468956/original/040478600_1768038807-Al-Nassr_Cristiano_Ronaldo-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479679/original/084946100_1768985177-WhatsApp_Image_2026-01-21_at_15.06.31.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483248/original/002237600_1769348730-alwi_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5283039/original/033440500_1752499728-000_36WX98V.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484453/original/024648100_1769429500-tom4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4702242/original/020445800_1703907385-000_349828W.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5325417/original/070038100_1755978346-AP25235673218519.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5461781/original/040984600_1767441214-20260103AA_BRI_Super_League_Persija_Jakarta_vs_Persijap_Jepara-7.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3291093/original/097460500_1604903000-20201109-Donald-Trump-Kalah-Pilpres-AS_-Rupiah-Menguat-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5482923/original/084488100_1769287691-virgil_van_dijk_semangat_bournemouth_liverpool_ap_ian_walton.jpg)