Alwi Farhan Ukir Sejarah Gemilang, Tembus Semifinal Singapore Open 2026

5 hours ago 15

Liputan6.com, Jakarta - Pebulu tangkis tunggal putra andalan Indonesia, Alwi Farhan, sukses menorehkan sejarah baru dalam kariernya. Ia berhasil melaju ke babak semifinal turnamen bergengsi BWF World Tour Super 750 Singapore Open 2026. Pencapaian ini menjadi momen penting karena merupakan semifinal pertama Alwi di level Super 750.

Kemenangan bersejarah ini diraih Alwi Farhan setelah menaklukkan wakil Jepang, Kodai Naraoka, dalam pertandingan perempat final yang berlangsung di Singapore Indoor Stadium, Singapura, pada Jumat, 29 Mei 2026. Alwi menunjukkan performa impresif dengan mengamankan kemenangan dua gim langsung.

Alwi Farhan mengakhiri perlawanan Naraoka dengan skor 21-12 dan 21-17 dalam durasi 56 menit. Hasil gemilang ini tidak hanya mengantarkannya ke babak empat besar, tetapi juga menjadi ajang balas dendam atas kekalahan sebelumnya dari Naraoka pada Kejuaraan Asia.

Perjalanan Gemilang Menuju Semifinal Super 750

Langkah Alwi Farhan menuju semifinal Singapore Open 2026 diwarnai dengan serangkaian kejutan dan performa konsisten. Sebelum menyingkirkan Kodai Naraoka di perempat final, Alwi telah membuat gebrakan besar di babak 16 besar. Ia berhasil mengalahkan pemain nomor satu dunia asal China, Shi Yu Qi, dalam pertandingan sengit tiga gim dengan skor 21-16, 19-21, 21-14 yang berlangsung selama 75 menit.

Alwi menunjukkan ketenangan dan strategi yang matang sepanjang turnamen. Selain Shi Yu Qi, ia juga berhasil menaklukkan Toma Popov, pemain yang menduduki peringkat 16 BWF, dalam perjalanannya.

Pencapaian ini merupakan semifinal pertama bagi Alwi Farhan di turnamen level Super 750, sebuah tingkatan yang sangat kompetitif dalam kalender BWF.

Alwi Farhan, yang merupakan salah satu talenta muda paling menjanjikan di bulu tangkis Indonesia, telah menunjukkan potensi luar biasa sejak usia junior. Prestasinya di Singapore Open 2026 ini bukan hanya sekadar kemenangan pribadi, melainkan juga sinyal kuat bahwa regenerasi di sektor tunggal putra Indonesia berjalan dengan baik.

Dengan usia yang masih relatif muda, Alwi memiliki prospek cerah untuk terus berkembang dan menjadi andalan utama Indonesia di kancah internasional. Ia mengungkapkan rasa syukurnya atas kemenangan ini, menyatakan, "Alhamdulillah, senang banget pastinya bisa menang, membalas kekalahan dan ke semifinal pertama di Super 750."

Dalam menghadapi Kodai Naraoka, Alwi Farhan mengakui adanya tekanan mental setelah sebelumnya berhasil mengalahkan unggulan pertama dunia. Ia sempat berpikir, "oh, sudah ngalahin Shi Yu Qi harusnya bisa menang sama yang lainnya." Namun, Alwi berhasil mengatasi tekanan tersebut dengan fokus pada strategi permainan. Melawan Naraoka yang dikenal dengan ritme permainan lambat, Alwi harus bermain sabar dan menjaga konsentrasi tinggi. Ia menyadari pentingnya tidak terjebak dalam permainan lawan yang seringkali memperlambat tempo. Dukungan dari para seniornya di tim nasional, seperti Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri, juga menjadi motivasi tambahan bagi Alwi. Semangat mereka di lapangan turut memicu Alwi untuk tampil maksimal dan meraih hasil terbaik.

Read Entire Article
Bisnis | Football |