Alireza Beiranvand, Kiper Iran Bikin Belgia Frustrasi di Piala Dunia 2026

2 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Belgia harus puas bermain imbang tanpa gol saat menghadapi Iran pada matchday kedua Grup G Piala Dunia 2026. Duel di SoFi Stadium, Los Angeles, Senin (22/6) pagi WIB, menjadi panggung bagi kiper Iran, Alireza Beiranvand.

Beiranvand tampil sebagai sosok penting yang menggagalkan berbagai peluang Belgia. Penjaga gawang berusia 33 tahun itu mencatat tujuh penyelamatan untuk memastikan gawang Iran tetap aman.

Belgia sebenarnya tampil dominan dengan menciptakan banyak tekanan sepanjang pertandingan. Namun, ketangguhan Beiranvand membuat para penyerang The Red Devils gagal menemukan jalan menuju gol.

Penampilan luar biasa tersebut melanjutkan performa apik Beiranvand di Piala Dunia 2026. Setelah tampil impresif pada laga pertama melawan New Zealand, ia kembali menunjukkan kualitasnya saat menghadapi salah satu tim unggulan turnamen.

Beiranvand Jadi Mimpi Buruk Lini Serang Belgia

Belgia datang ke pertandingan dengan ambisi meraih kemenangan. Namun, Iran mampu bertahan dengan disiplin dan memaksa laga berakhir tanpa gol.

Beiranvand menjadi pemain paling sibuk di lini belakang Iran. Tujuh penyelamatan yang dibuatnya menunjukkan betapa besar tekanan yang diberikan Belgia sepanjang pertandingan.

Sebelumnya, kiper yang membela Tractor tersebut juga tampil solid ketika Iran bermain imbang 2-2 melawan New Zealand. Ia mencatat enam penyelamatan pada laga tersebut.

Kini, Beiranvand sudah mengoleksi 13 penyelamatan dalam dua pertandingan awal Iran di Piala Dunia 2026. Ia juga membantu Iran mencatat clean sheet pertama mereka di turnamen ini.

Beiranvand Bangga dengan Perjuangan Iran

Meski tidak menang, Beiranvand tetap menilai hasil imbang melawan Belgia sebagai pencapaian penting. Ia mengakui Belgia memberikan tekanan besar, terutama pada babak pertama.

"Pertandingan itu sangat sulit. Bagaimanapun, tim Belgia adalah salah satu yang terbaik di dunia. Mereka memberi tekanan luar biasa kepada kami, terutama di babak pertama," kata kiper 33 tahun.

Beiranvand juga menjelaskan perubahan situasi setelah Belgia bermain dengan sepuluh pemain. Iran mencoba memanfaatkan kondisi tersebut, tetapi tetap harus menghadapi organisasi permainan Belgia.

"Setelah mereka bermain dengan sepuluh pemain, Belgia sedikit lebih bertahan. Mereka berusaha mencegat umpan dari kami dan mencari kesalahan kami untuk melancarkan serangan balik," kata Alireza Beiranvandi.

Sumber: FIFA

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Masalah Belgia di Piala Dunia 2026: Lini Depan Tak Efisien

Read Entire Article
Bisnis | Football |