Alexander Nouri, Kisah Pelatih Bundesliga yang Pilih Kelola 3 Gerai Makanan Cepat Saji

6 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Alexander Nouri pernah berdiri di pinggir lapangan Bundesliga dan menangani klub masa kecilnya, Werder Bremen. Kini, pria asal Jerman tersebut justru menikmati babak baru karier dengan mengelola tiga gerai makanan cepat saji.

Nouri memiliki perjalanan panjang di sepak bola. Ia menghabiskan 13 tahun sebagai pemain profesional sebelum beralih menjadi pelatih dan memperoleh lisensi kepelatihan pada 2016.

Menariknya, Nouri memperoleh lisensi tersebut bersama Julian Nagelsmann. Saat itu, Nagelsmann menjadi lulusan terbaik dalam kelas kepelatihan yang sama.

Setelah menjalani karier di sejumlah klub dan sempat menjadi asisten Gregg Berhalter di Timnas Amerika Serikat, Nouri memilih meninggalkan sepak bola profesional. Kini, ia mengelola sekitar 150 karyawan di tiga restoran McDonald's di wilayah barat laut Jerman.

Dari Pinggir Lapangan ke Restoran Cepat Saji

Nouri sempat menikmati periode sukses ketika menangani Werder Bremen. Ia menyelamatkan klub tersebut dari ancaman degradasi sebelum membawa mereka bersaing untuk mendapatkan tiket kompetisi Eropa.

Setelah itu, Nouri menangani FC Ingolstadt dan Hertha BSC, lalu menjadi asisten Berhalter di Timnas Amerika Serikat pada 2021. Ia juga sempat menjalani masa singkat bersama klub Yunani, Kavala.

Namun, sekitar setahun kemudian Nouri memutuskan meninggalkan dunia kepelatihan. Keputusan tersebut diambil setelah ia merasa profesi sebagai pelatih tidak lagi sesuai dengan dirinya.

"Rasanya sudah tidak pas lagi," ujar Nouri saat membahas profesi pelatih sepak bola dalam wawancara baru-baru ini dengan The Athletic.

"Pekerjaan itu sangat menuntut dan membutuhkan komitmen 100 persen dari diri Anda. Jika Anda menjalaninya dengan 98 persen saja, itu tidaklah tepat," tegas Nouri.

Menemukan Tantangan Baru

Setelah meninggalkan sepak bola, Nouri memilih jalur yang tidak biasa dengan menjadi pewaralaba McDonald's. Prosesnya berlangsung sekitar satu tahun dan mencakup wawancara, pelatihan, serta penilaian selama lima jam untuk menyusun rencana bisnis.

Nouri mulai mengelola dua restoran pada Januari sebelum menambah satu gerai lagi pada Juni. Kini, ketiga restoran tersebut mempekerjakan sekitar 150 orang.

Pengalaman sebagai pelatih ternyata tetap berguna dalam pekerjaan barunya. Nouri melihat banyak kesamaan antara mengelola tim sepak bola dan memimpin bisnis, terutama dalam hal kepemimpinan dan pengelolaan orang.

Perubahan karier tersebut membuat Nouri memiliki kehidupan yang berbeda dari rekan-rekan seangkatannya di dunia kepelatihan. Saat Nagelsmann memimpin Timnas Jerman, Nouri justru membangun karier baru di balik meja manajemen restoran.

Sumber: The Athletic, talkSPORT

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Ironi Masa Depan Ferran Torres

Read Entire Article
Bisnis | Football |