5 Poin Kunjungan Prabowo ke Prancis untuk Ketiga Kalinya Pada 2026

11 hours ago 22

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke Prancis untuk ketiga kalinya sepanjang 2026 ini pada Kamis (28/5).

Kunjungan terakhir berlangsung pada 13-14 April lalu. Pada Kamis malam, Prabowo tiba di Paris disambut pelukan Presiden Emmanuel Macron ketika tiba di Istana Elysee.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pertemuan itu Presiden Prabowo didampingi oleh puteranya Didit Hediprasetyo, yang mengenakan setelan jas hitam.

Berikut poin-poin penting pertemuan Macron dan Prabowo terkait bilateral kedua negara:

Isu Palestina

Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia dan Prancis memiliki pandangan yang sejalan terkait stabilitas di Timur Tengah, termasuk dukungan terhadap solusi dua negara sebagai kunci bagi kemerdekaan Palestina dan perdamaian kawasan.

"Perdamaian di Timur Tengah merupakan kepentingan bersama kita. Prancis menjadi salah satu pelopor dalam mendorong dukungan terhadap solusi dua negara dan kemerdekaan Palestina," ujar Prabowo.
"Indonesia tetap berpandangan bahwa tidak akan ada perdamaian di Timur Tengah tanpa solusi dua negara dan keadilan bagi rakyat Palestina," lanjutnya.

Sementara itu, Macron mengapresiasi perang Indonesia dalam memperhatikan isu Timur Tengah, terutama Palestina.

"Saya ingin benar-benar menyampaikan apresiasi atas peran Anda, persahabatan Anda, dan sikap-sikap berani yang Anda ambil tahun lalu demi mendukung perdamaian di Timur Tengah, termasuk dukungan Anda terhadap pengakuan Palestina," ucap Macron.

"Kami juga berkomitmen penuh bersama-sama untuk menjaga kedaulatan dan stabilitas Lebanon, di mana pasukan kedua negara yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) bertugas berdampingan."

Perkuat latihan militer bersama

Presiden Macron menyoroti eratnya kerja sama pertahanan kedua negara yang ditandai dengan kedatangan pesawat tempur Rafale pertama di Indonesia. Presiden Macron menyebut hal tersebut sebagai bukti nyata hubungan strategis yang terus berkembang.

"Kemarin ini ada pesawat tempur Rafale yang pertama yang baru tiba di Indonesia, yang menjadi bukti dari hubungan ini dan diskusi hari ini, ini juga adalah bukti keinginan untuk terus maju di jalur ini," katanya.

Macron juga menuturkan Indonesia dan Prancis akan menggelar latihan militer gabungan dalam misi Pegasus 2026.

"Kami akan memperkuat upaya pelatihan dan kerja sama operasional. Kami juga telah memperbanyak latihan militer bersama, beberapa di antaranya akan berlangsung dalam waktu dekat, khususnya terkait dengan misi Pegasus pada September 2026," ucap Macron dalam pidatonya.

Macron menuturkan latihan bersama ini turut mencakup pesawat tempur, penguatan kemampuan angkatan laut Indonesia, kemampuan angkatan darat, maupun latihan gabungan dan pelatihan bersama.

"Kami telah membawa kemitraan pertahanan dan keamanan ini ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dalam beberapa saat lagi kami juga akan kembali berdiskusi untuk membangun perspektif dan peluang kerja sama baru," ujar Macron.

Baca di halaman berikutnya >>>

Add as a preferred
source on Google

Read Entire Article
Bisnis | Football |