Vale Datangkan Alat Pengolahan Nikel Rendah Karbon ke Morowali

14 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - PT Vale Indonesia Tbk mempercepat pembangunan fasilitas High Pressure Acid Leaching (HPAL) di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, dengan mendatangkan autoclave, peralatan utama dalam pengolahan nikel berkarbon rendah.

Kehadiran alat tersebut menjadi tonggak penting dalam pengembangan proyek yang masuk dalam kategori Proyek Strategis Nasional (PSN) dan ditujukan untuk memperkuat hilirisasi nikel serta rantai pasok industri baterai kendaraan listrik.

Presiden Direktur sekaligus Chief Executive Officer PT Vale Indonesia Tbk, Bernardus Irmanto, mengatakan kedatangan autoclave menandai kemajuan signifikan pembangunan fasilitas pengolahan nikel dalam proyek Indonesia Growth Project (IGP) Morowali.

"Tambahan alat ini menandai kemajuan signifikan dalam pembangunan fasilitas pengolahan nikel berkarbon rendah yang menjadi bagian dari Indonesia Growth Project Morowali," kata Bernardus dikutip dari Antara, Kamis (23/7/2026).

Autoclave merupakan peralatan utama dalam teknologi HPAL yang berfungsi mengolah bijih limonit menggunakan kombinasi suhu tinggi, tekanan tinggi, dan asam sulfat. Proses tersebut memungkinkan ekstraksi nikel dan kobalt secara lebih efisien sehingga menghasilkan mixed hydroxide precipitate (MHP), yakni bahan baku penting dalam industri baterai kendaraan listrik.

Kehadiran peralatan tersebut juga menjadi salah satu tahapan strategis dalam penyelesaian konstruksi proyek hilirisasi nikel yang tengah dikembangkan PT Vale bersama para mitranya.

Bisa Perkuat Posisi Indonesia

Fasilitas HPAL yang dibangun di kawasan Sambalagi, Kecamatan Bungku Pesisir, Kabupaten Morowali, dirancang memiliki kapasitas produksi sekitar 90.000 ton kandungan nikel per tahun dalam bentuk mixed hydroxide precipitate (MHP).

Untuk mendukung produksi tersebut, pabrik akan memanfaatkan sekitar 10,4 juta ton bijih limonit setiap tahun yang berasal dari area pertambangan PT Vale di Bahodopi.

Bernardus mengatakan, keberadaan autoclave akan memungkinkan pengolahan bijih limonit menjadi produk bernilai tambah tinggi yang dibutuhkan dalam rantai pasok kendaraan listrik global.

"Momentum ini mencerminkan komitmen PT Vale bersama para mitra untuk menghadirkan industri pengolahan nikel yang berdaya saing, mengedepankan prinsip keberlanjutan, keselamatan kerja, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi Indonesia dan masyarakat di sekitar wilayah operasi," katanya.

Menurut PT Vale, proyek ini diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai tambah komoditas nikel Indonesia, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain penting dalam industri baterai kendaraan listrik dunia.

Proyek Strategis Nasional

Selain meningkatkan kapasitas pengolahan nikel, proyek HPAL Sambalagi juga dirancang dengan mengedepankan konsep industri rendah karbon.

PT Vale akan memanfaatkan teknologi waste heat recovery power generation, yaitu sistem yang mengubah panas sisa proses produksi menjadi energi listrik sehingga penggunaan energi menjadi lebih efisien.

"Selain itu, pengembangan pembangkit listrik tenaga surya juga direncanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemanfaatan energi bersih di kawasan industri," kata Bernardus.

Ia menambahkan, pengadaan autoclave menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mempercepat penyelesaian Proyek Strategis Nasional yang mendukung agenda pemerintah di sektor hilirisasi mineral.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Bisnis | Football |