Harga Emas Pegadaian Hari Ini 19 September 2026: Galeri24, Antam, dan UBS Kompak Melambung

4 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas yang dijual di Pegadaian kembali meningkat pada perdagangan Sabtu, (19/9/2026). Kenaikan harga logam mulia itu terjadi pada Galeri24, Antam dan UBS di kisaran Rp 15.000-Rp 16.000.

Berdasarkan laman Pegadaian ketika dipantau pukul 11.06 WIB, harga emas Galeri24 ditetapkan Rp 2.584.000 per gram. Harga emas Galeri24 naik Rp 15.000 dari perdagangan kemarin di Rp 2.569.000 per gram. Kenaikan harga emas itu juga berlaku untuk harga emas Antam. Harga emas Antam bertambah Rp 15.000 menjadi Rp 2.678.000 per gram dari sebelumnya Rp 2.663.000 per gram.

Harga emas UBS dipatok Rp 2.610.000 per gram, naik Rp 16.000 dari sebelumnya Rp 2.594.000 per gram.

Harga emas di Pegadaian dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar dan kebijakan harga yang berlaku.

Adapun dari ukuran yang ditawarkan, di emas Galeri24 tersedia mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram atau 1 kilogram. Sementara itu, emas UBS dapat dibeli mulai ukuran 0,5 gram hingga 500 gram. Sedangkan emas Antam yang tersedia di Pegadaian memiliki pilihan ukuran mulai 0,5 gram hingga 100 gram.

Berikut daftar harga emas di Pegadaian:

Daftar Harga Emas Galeri24

  • 0,5 gram: Rp 1.356.000
  • 1 gram: Rp 2.584.000
  • 2 gram: Rp 5.107.000
  • 5 gram: Rp 12.673.000
  • 10 gram: Rp 25.277.000
  • 25 gram: Rp 62.853.000
  • 50 gram: Rp 125.606.000
  • 100 gram: Rp 251.089.000
  • 250 gram: Rp 626.180.000
  • 500 gram: Rp 1.252.358.000
  • 1.000 gram: Rp 2.504.714.000
  •  

Daftar Harga Emas Antam

  • 0,5 gram: Rp 1.390.000
  • 1 gram: Rp 2.678.000
  • 2 gram: Rp 5.295.000
  • 3 gram: Rp 7.916.000
  • 5 gram: Rp 13.160.000
  • 10 gram: Rp 26.264.000
  • 25 gram: Rp 65.531.000
  • 50 gram: Rp 130.981.000
  • 100 gram: Rp 261.883.000
  •  

Daftar Harga Emas UBS

  • 0,5 gram: Rp 1.411.000
  • 1 gram: Rp 2.610.000
  • 2 gram: Rp 5.179.000
  • 5 gram: Rp 12.797.000
  • 10 gram: Rp 25.458.000
  • 25 gram: Rp 63.521.000
  • 50 gram: Rp 126.780.000
  • 100 gram: Rp 253.459.000
  • 250 gram: Rp 633.461.000
  • 500 gram: Rp 1.265.433.000.

Harga Emas Dunia

Sebelumnya, harga emas dunia menguat ke level tertinggi dalam satu minggu pada Jumat, 18 September 2026 (Sabtu pagi Jakarta). Kenaikan harga emas ini membawa ke jalur kenaikan mingguan pertama dalam empat minggu. Lonjakan harga emas dunia ini seiring koreksi harga minyak meredakan kekhawatiran akan tekanan inflasi yang berkepanjangan meski dolar Amerika Serikat (AS) menguat membatasi kenaikan itu.

Mengutip CNBC, Sabtu (19/9/2026), harga emas spot naik 0,3% menjadi US$ 4.352,39 per ons, setelah sempat menyentuh ke level tertinggi sejak 11 September pada sesi perdagangan sebelumnya. Harga emas telah naik 0,2% pada pekan ini.

Harga emas kontrak berjangka turun tipis 0,2% menjadi US$ 4.390,30.

"Penurunan harga minyak mengurangi tekanan inflasi karena minyak telah menjadi pendorong utama inflasi secara keseluruhan. Investor logam mulia sebelumnya memperkirakan kenaikan suku bunga (AS) dan mengambil posisi jual (short positions) untuk memanfaatkan potensi penurunan harga emas. Posisi-posisi tersebut kini telah ditutup dengan cepat," ujar Presdent of World Markets EverBank, Chris Gaffney.

Harga minyak mentah Brent kembali turun untuk sesi ketiga berturut-turut karena meredanya kekhawatiran mengenai gangguan pasokan dari Arab Saudi mengimbangi kecemasan akan meluasnya konflik di Timur Tengah.

Koreksi Harga Minyak

Penurunan harga minyak memberikan sedikit kelegaan dari kekhawatiran inflasi, tetapi risiko guncangan pasokan dari Timur Tengah tetap menjadi perhatian utama.

Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) naik ke level tertinggi dalam lebih dari tujuh minggu, membuat harga emas yang diperdagangkan dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

Federal Reserve menaikkan suku bunga sebesar seperempat poin persentase ke kisaran 3,75%-4% pada Rabu dan mengisyaratkan adanya kenaikan lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang.

Para pelaku pasar kini melihat adanya peluang sebesar 58% untuk kenaikan suku bunga AS berikutnya saat para pejabat bank sentral bertemu lagi pada Oktober, menurut perangkat CME FedWatch.

Meskipun emas secara tradisional dipandang sebagai sarana lindung nilai terhadap inflasi, suku bunga yang lebih tinggi dapat mengurangi daya tariknya karena aset yang memberikan imbal hasil (yield) menjadi lebih menarik.

Selain itu, Bank of Japan menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam 31 tahun dan mengisyaratkan kesiapannya untuk terus menaikkan biaya pinjaman.

Sementara itu, permintaan emas di India cenderung lesu minggu ini karena pembeli menunda pembelian sembari menantikan harga yang lebih rendah, sedangkan premi harga di China tetap stabil, didukung oleh kuatnya permintaan investasi. "Emas saat ini sedang menguji level resistansi di kisaran US$ 4.400 hingga US$ 4.440, dan pergerakan di atas level resistansi ini dapat membuka jalan bagi kenaikan harga emas lebih lanjut," ujar Gaffney.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Bisnis | Football |