Ultimatum Trump Berakhir Hari Ini, AS Bakal Bikin Iran Jadi 'Neraka'?

16 hours ago 11

Jakarta, CNN Indonesia --

Batas ultimatum Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Iran untuk membuka Selat Hormuz berakhir pada hari ini, Senin (6/4).

Jika Iran masih pada pendiriannya membatasi akses di Selat Hormuz, AS akan menggempur negara tersebut habis-habisan.

Trump melayangkan ultimatum terhadap Iran pada 26 Maret lalu. Saat itu, dia mengatakan akan menghancurkan fasilitas energi Iran jika mereka terus menutup jalur perdagangan minyak. Beberapa saat kemudian, dia menunda hingga 10 hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sesuai permintaan Pemerintah Iran, mohon agar pernyataan ini berfungsi sebagai isyarat saya menunda periode penyimpanan Pembangkit Energi selama 10 hari hingga Senin, 6 April 2026, pukul 20.00 Waktu Bagian Timur," tulis Trump di Truth Social pada 27 Maret.

Meski ditunda, ancaman Trump ke Iran terus berlangsung. Satu waktu dia mengatakan AS akan menyerang, di waktu yang lain, ia sesumbar Washington sedang mengupayakan negosiasi gencantan senjata dengan Teheran.

Dalam usulan gencatan, AS meminta Iran menghentikan pengayaan uranium, meminta seluruh material uranium Iran, dan membuka akses tanpa hambatan Selat Hormuz.

Sejumlah pejabat Iran, di ruang publik, menolak negosiasi dan usulan itu. Mereka juga punya permintaan khusus jika ingin gencatan senjata.

Poin-poin yang diusulkan Iran di antaranya menghentikan pertempuran secara permanen dan penghentian pembunuhan terhadap pejabat Iran; jaminan tak ada perang lain terhadap Iran; penghentian permusuhan secara menyeluruh di semua lini yang melibatkan kelompok-kelompok sekutu di kawasan Timur Tengah; ganti rugi dan kompensasi atas kerusakan yang ditimbulkan dalam perang saat ini; dan
pengakuan kedaulatan dan kendali Iran atas Selat Hormuz.

Lalu pada Sabtu (4/4), Trump kembali mengancam Iran dan memaksa mereka membuka Selat Hormuz.

Trump bahkan mengancam akan menggempur Iran dan menjadikannya "neraka" jika dalam 48 jam Teheran tak kunjung membuka Selat Hormuz.

Trump mengancam AS akan menggempur fasilitas publik di Iran seperti pembangkit listrik dan jembatan-jembatan jika Teheran tak kunjung mau membuka Selat Hormuz bagi kapal-kapal yang lewat.

"Ingat ketika saya memberi ultimatum Iran 10 hari untuk SEPAKAT atau BUKA SELAT HORMUZ. Waktu sudah mau habis, 48 jam sebelum kita jadikan mereka neraka. Kemuliaan bagi TUHAN!" ucap Trump di Truth Social pada Sabtu (4/4).

Ia bahkan sampai mengucap 'Alhamdulillah' saat mengutuk Iran dalam unggahan yang berbeda di media sosial buatannya, Truth Social.

"Selasa akan menjadi 'Hari Pembangkit Listrik' dan 'Hari Jembatan', semuanya digabung menjadi satu di Iran. Tidak akan ada yang seperti itu!!! Buka Selat sialan itu, brengsek, atau kalian akan hidup dalam neraka. LIHAT SAJA! Segala puji bagi Allah," kata Donald Trump dalam unggahannya.

Di unggahan terpisah, Trump menulis "Selasa pukul 20.00 waktu bagian Timur" atau 23.30 Waktu Indonesia bagian Barat (WIB), yang kemungkinan merujuk rencana serangan AS ke Iran.

Menanggapi ancaman AS, Perwakilan Iran di PBB meminta dunia bertindak untuk mencegah ancaman tersebut.

"Sekali lagi, presiden AS secara terbuka mengancam akan menghancurkan infrastruktur yang penting bagi kelangsungan hidup warga sipil di Iran," kata dia, dikutip Al Jazeera, Minggu.

Perwakilan Iran itu kemudian berujar, "Komunitas internasional dan semua negara punya kewajiban hukum untuk mencegah tindakan kejahatan perang yang keji itu. Mereka harus bertindak sekarang."

(isa/rds/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Bisnis | Football |