Trophy Tour FIFA ASEAN Cup: Legenda Asia Tenggara Bicara Peluang Timnas Indonesia

6 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Trophy Tour FIFA ASEAN Cup 2026 hadir di Sarinah, Jakarta Pusat, Minggu (20/9/2026). Dalam talk show yang menyertai tur trofi itu, dua legenda Asia Tenggara, Baihakki Khaizan dari Singapura dan Safiq Rahim dari Malaysia, menyampaikan penilaian mereka terhadap kesiapan Timnas Indonesia menghadapi turnamen.

Acara ini juga menampilkan dua legenda Indonesia, Kurniawan Dwi Yulianto dan Ponaryo Astaman, yang berbagi panggung dengan keduanya. Di ajang nanti, Indonesia berstatus tuan rumah dan tergabung di Grup A Divisi 1 bersama Singapura, Malaysia, dan Bangladesh.

"Saya respect kepada siapa yang membuat rencana seperti ini untuk Timnas Indonesia. Mereka menggunakan sebanyak mungkin apa yang mereka bisa untuk memperkuat tim," ujar Baihakki.

"Dan buat saya, memang banyak pemain berkualitas dan saya rasa kita juga siap-siap jugalah. Tidak tahu mau bagaimana nanti keadaannya, mau seperti apa menilainya. Saya untuk pasti, buat saya seru," ucap Baihakki.

Penilaian Safiq: Kualitas Skuad Indonesia Meningkat

Safiq Rahim menilai kualitas Timnas Indonesia saat ini lebih baik dibanding beberapa tahun lalu, termasuk periode ketika ia masih aktif bermain. Gelandang Malaysia itu tercatat membela negaranya selama kurang lebih 15 tahun pada 2027-2022, dan berdasarkan data Transfermarkt ia lima kali berhadapan dengan Indonesia.

"Untuk saya sama juga, kurang lebih seperti apa yang Baihakki katakan. Tetapi saya melihat perbedaan daripada dulu dengan sekarang," ucap Safiq.

"Tentu saja, semua tim pasti memiliki perbedaan dari dulu dengan sekarang. Jadi, kita lihat sekarang pemain Indonesia banyak kualitas, jauh lebih berkualitas, jauh lebih bisa sampai ke tahap yang bisa kita banggakan di ASEAN," tuturnya.

Pandangan tersebut disampaikan Safiq di hadapan penonton Trophy Tour FIFA ASEAN Cup 2026, merespons perkembangan skuad Garuda yang belakangan dinilai kian kompetitif di kawasan.

Persaingan Hanya di Atas Lapangan

Di tengah rivalitas panjang Indonesia–Malaysia, Safiq mengingatkan bahwa persaingan seharusnya berhenti di dalam lapangan. Mantan pemain berusia 39 tahun itu berharap yang terbaik untuk kedua negara pada FIFA ASEAN Cup 2026.

"Jadi, saya pikir sekarang ini berbeda. Setiap negara ataupun setiap tim memiliki banyak perbedaan, ada kelebihan dan ada kekurangannya. Jadi, kita akan melihat pertandingan besar yang akan datang," kata Safiq.

"Jadi, saya hanya mendoakan yang terbaik kepada semua pasukan. Dan jangan lupa bahwa kita serumpun. Di dalam lapangan saja kita lawan, di luar lapangan kita berteman, satu keluarga, insyaallah," imbuh pemilik 80 caps untuk Timnas Malaysia.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Matheus Cunha Selamatkan Manchester United di Markas Fulham

Read Entire Article
Bisnis | Football |