Alasan Kai Havertz Masih Diutamakan Arsenal ketimbang Viktor Gyokeres

14 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Kai Havertz masih menjadi pilihan utama Mikel Arteta di lini depan Arsenal meski Viktor Gyokeres memiliki karakter sebagai penyerang tengah yang lebih natural. Kekalahan dari Brighton kembali memunculkan pertanyaan mengenai keputusan Arteta tersebut.

Arsenal sebelumnya memenangi empat pertandingan pertama mereka di Liga Inggris 2026/2027. Havertz selalu menjadi starter dalam empat laga itu dan mencetak dua gol.

Namun, rekor sempurna Arsenal berakhir saat mereka takluk 0-3 dari Brighton di Amex Stadium, Sabtu (19/9/2026). Havertz gagal memanfaatkan peluang penting, sedangkan Gyokeres yang masuk pada menit ke-73 hanya enam kali menyentuh bola hingga pertandingan berakhir.

Situasi tersebut kembali membuat persaingan kedua penyerang menjadi pembahasan. Meski Gyokeres memiliki kemampuan mencetak gol yang kuat, Arteta masih melihat Havertz sebagai pemain yang memberikan kontribusi lebih luas dalam sistem permainannya.

Havertz Berikan Lebih dari Sekadar Gol

Arteta tidak menggunakan Havertz hanya sebagai penyerang yang menunggu peluang di kotak penalti. Pemain asal Jerman itu juga dituntut bergerak di antara lini, terlibat dalam kombinasi permainan, memenangkan duel udara, serta membantu Arsenal mengatur tekanan terhadap lawan.

Arteta pernah menggambarkan Havertz sebagai pemain yang mampu membaca permainan beberapa detik lebih cepat dibanding pemain lain. "Kai sangat cerdas; itu kualitas terbesarnya," kata Arteta.

"Ia memahami permainan. Ia tahu apa yang terjadi, tidak perlu memikirkannya, dia langsung bertindak, dan itu membuat pemain di sekitarnya menjadi lebih baik," lanjut Arteta. Kemampuan tersebut menjadi salah satu alasan Havertz tetap dipercaya meski kontribusinya tidak selalu terlihat melalui statistik gol.

Gyokeres Berikan Karakter Berbeda

Gyokeres memiliki atribut yang lebih identik dengan penyerang tengah tradisional. Kekuatan fisik, pergerakan di kotak penalti, serta kemampuannya menyerang ruang membuat pemain asal Swedia itu bisa menjadi pilihan ketika Arsenal membutuhkan permainan yang lebih langsung.

Pada musim pertamanya bersama Arsenal, Gyokeres mencetak 21 gol dalam 55 penampilan di seluruh kompetisi. Namun, Arteta sejauh ini tetap lebih sering mengandalkan Havertz ketika kedua pemain tersedia.

Havertz memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam struktur permainan Arsenal. Ia dapat turun dari garis pertahanan lawan untuk membuka ruang bagi Bukayo Saka, Martin Odegaard, dan pemain lain, sementara Gyokeres lebih menawarkan ancaman langsung di area pertahanan lawan.

Kekalahan Brighton Kembali Buka Perdebatan

Kekalahan dari Brighton menjadi ujian pertama yang cukup besar terhadap keputusan Arteta mempertahankan Havertz sebagai penyerang utama. Arsenal kesulitan menciptakan ancaman dan gagal mencetak gol untuk pertama kalinya pada musim ini.

Gyokeres juga tidak mampu mengubah jalannya pertandingan setelah masuk sebagai pemain pengganti. Enam sentuhan dalam lebih dari 15 menit menunjukkan betapa sulitnya Arsenal memberikan suplai kepada sang penyerang.

Kondisi tersebut tidak serta-merta berarti Gyokeres harus menggantikan Havertz pada pertandingan berikutnya. Namun, hasil di Brighton dapat membuat Arteta mempertimbangkan penggunaan penyerang yang lebih langsung dalam situasi tertentu, sementara efektivitas Havertz di depan gawang akan terus menjadi bahan evaluasi.

Sumber: Sports Mole

Persaingan Sengit di Liga Inggris

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Anda Sedang Mengikuti Pembahasan Seputar

Simak Artikel Lain Tentang Berita Arsenal Terbaru Hari Ini

Lihat Semua

Klasemen Moto3 2026: Veda Ega Pratama Disalip Hakim Danish

Read Entire Article
Bisnis | Football |