Transformasi Aurelien Tchouameni di Real Madrid: Sudah Bisa jadi Pengganti Casemiro?

12 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Ada pemain yang mencuri perhatian lewat dribel dan gol. Ada pula yang membangun kemenangan dengan ketenangan. Aurelien Tchouameni berada di kategori kedua.

Musim lalu, namanya kerap disertai tanda tanya. Musim ini, ia menjawabnya dengan konsistensi dan ketegasan.

Di tengah tekanan dan ekspektasi tinggi, Tchouameni tumbuh menjadi sosok yang dibutuhkan Real Madrid. Bukan paling mencolok, tetapi paling menentukan.

Dua laga play-off Liga Champions kontra Benfica menjadi panggung pembuktian. Di momen sulit, ia hadir sebagai pembeda.

Ujian Panjang Pengganti Casemiro

Ketika Casemiro hengkang ke Manchester United, beban langsung jatuh ke pundak Tchouameni. Perbandingan tak terelakkan.

Menggantikan pemain sekelas Casemiro bukan tugas mudah. Terlebih di klub sebesar Real Madrid.

Selama tiga musim, performanya naik turun. Penilaian publik pun terbelah antara pujian dan keraguan.

Puncak tekanan datang pada Januari tahun lalu. Kekalahan dari Barcelona di Piala Super Spanyol memicu frustrasi di Bernabeu.

Reaksi yang Mengubah Narasi

Saat namanya diumumkan pada laga berikutnya, sebagian suporter bersiul. Bahkan saat pemanasan, cemoohan masih terdengar.

Itu momen menyakitkan. Namun Tchouameni memilih bereaksi, bukan runtuh. Sejak titik itu, ia tampil lebih matang. Perannya semakin jelas dan stabil.

Perlahan, opini berubah. Dari pemain yang diragukan menjadi figur yang diandalkan.

Tiga tahun setelah investasi €80 juta, keputusan Madrid terasa tepat. Ia berupaya keras untuk bisa menghapus bayang-bayang Casemiro. Lebih dari itu, ia membangun identitasnya sendiri.

Konsistensi, Fleksibilitas, dan Bukti Nyata

Musim 2025/2026 menjadi tonggak penting. Secara statistik, Tchouameni adalah satu-satunya pemain Madrid yang selalu starter di 10 laga Liga Champions.

Total absennya hanya empat kali sepanjang musim. Satu karena skorsing, dua cedera, dan satu istirahat. Saat fit, ia selalu dimainkan.

Fleksibilitasnya menambah nilai. Di masa krisis, ia mengisi pos bek tengah dan membantu menstabilkan pertahanan.

Dua laga kontra Benfica menegaskan perannya. Ia terpilih sebagai pemain terbaik di kedua pertandingan, pengakuan atas kerja sunyi yang vital.

Sumber: Madrid Universal

Klasemen MotoGP 2026 Usai Balapan di Thailand: Pedro Acosta Ungguli Bezzecchi

Read Entire Article
Bisnis | Football |