Tradisi Pedri Tendang Penalti usai Rebut Gelar Bergengsi, Ayah Jadi Kiper

4 hours ago 6

Liputan6.com, New Jersey - Spanyol merayakan gelar Piala Dunia 2026 seusai menaklukkan Argentina 1-0 di MetLife Stadium, New Jersey, Senin (20/7/2026). Di tengah euforia itu, Pedri menghadirkan momen yang berbeda: sebuah penalti khusus ke gawang yang dijaga sang ayah, Fernando Gonzalez.

Gelandang Barcelona berusia 23 tahun tersebut mengajak ayahnya berdiri di bawah mistar dan mengeksekusi tendangan dari titik putih. Aksi itu bukan sekadar hiburan selepas laga, melainkan bagian dari tradisi keluarga yang dijalankannya setiap kali meraih trofi bergengsi.

Gol tunggal Ferran Torres memastikan trofi dunia untuk La Roja. Di balik pesta juara tersebut, ritual Pedri bersama sang ayah menjadi salah satu sorotan yang menyisakan kisah personal dari lapangan MetLife.

Momen di MetLife Stadium: Panenka Pedri Dipatahkan Fernando

Sebelum eksekusi, Pedri menyebut ayahnya kemungkinan besar akan mengetahui arah tembakannya. Pernyataan itu disampaikan di tengah selebrasi para pemain dan keluarga di atas rumput.

"Dia pasti bisa menepisnya. Dia selalu melakukannya," ujar Pedri.

Benar saja, Pedri memilih melepas Panenka ke sisi kiri gawang. Fernando mampu membaca bola dan melakukan penyelamatan, memancing senyum dan tawa dari orang-orang yang menyaksikan di sekitar lapangan.

Tradisi Keluarga Setelah Trofi Besar

Kebiasaan menendang penalti ke gawang sang ayah sudah lama dijalankan Pedri setiap kali mengangkat trofi. Dalam ritual itu, Fernando berperan sebagai penjaga gawang sementara Pedri menjadi eksekutor.

Menurut laporan Sport, Fernando Gonzalez pernah bercita-cita menjadi kiper dan nyaris tampil di level semiprofesional. Namun, tanggung jawab keluarga membuatnya meninggalkan sepak bola.

Ritual selepas juara tersebut menjadi cara Fernando kembali merasakan berada di bawah mistar, walau hanya dalam hitungan detik.

Peran Fernando Gonzalez Dalam Karier Pedri

Fernando memiliki andil besar dalam perjalanan Pedri sejak awal. Ia rutin mengantar ke tempat latihan dan mendampingi putranya ketika masih meniti karier.

Bagi Pedri, penalti setelah meraih gelar adalah bentuk penghormatan atas pengorbanan sang ayah selama bertahun-tahun.

Momen itu dijalankan Pedri di hadapan keluarga dan rekan-rekannya, menyempurnakan perayaan gelar dunia La Roja di New Jersey.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Media Argentina Sorot Parade Juara Spanyol, Marc Cucurella Dituduh Sindir Tim Tango

Read Entire Article
Bisnis | Football |