Ada yang Mengganjal, Lamine Yamal Tak Puas dengan Performanya di Piala Dunia 2026

3 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Lamine Yamal mengakui dirinya tidak puas dengan penampilan bersama Spanyol di Piala Dunia 2026. Padahal, pemain Barcelona itu sukses membantu La Furia Roja meraih gelar juara dunia untuk kedua kalinya setelah mengalahkan Argentina 1-0 di final.

Gelar tersebut menjadi trofi kedua Yamal bersama timnas setelah sebelumnya menjuarai Euro 2024. Namun, performanya di Piala Dunia kali ini berbeda karena ia hanya mencetak satu gol dan satu assist meski tampil dalam seluruh pertandingan Spanyol.

Ketika Euro 2024, Yamal tampil sebagai salah satu bintang utama Spanyol dan berhasil meraih penghargaan pemain muda terbaik. Kali ini, performanya tidak setinggi turnamen tersebut dan cedera paha yang dialaminya dua bulan sebelum Piala Dunia disebut turut memengaruhi penampilannya.

Yamal menegaskan bahwa ketidakpuasan tersebut bukan disebabkan oleh cedera yang dialaminya. Ia merasa masih mampu memberikan lebih banyak untuk Spanyol dan sudah berambisi tampil di Piala Dunia berikutnya.

Yamal Nilai Dirinya Bisa Tampil Lebih Baik

Keberhasilan Spanyol mengangkat trofi Piala Dunia tidak membuat Yamal sepenuhnya puas dengan kontribusi pribadinya. Ia menyadari ada sejumlah hal yang telah dilakukan selama turnamen, tetapi merasa masih memiliki kemampuan untuk memberikan dampak yang lebih besar.

Pemain berusia 19 tahun itu bahkan membandingkan dirinya dengan pemain lain yang mungkin akan menilai catatan tersebut sebagai turnamen yang sangat bagus. Bagi Yamal, standar pribadi yang lebih tinggi membuat satu gol dan satu assist belum cukup untuk membuatnya merasa puas.

"Saya tidak pulang dengan perasaan senang setelah memenangkan Piala Dunia, dan itu sama sekali tidak berkaitan dengan cedera. Meskipun saya melakukan banyak hal yang tidak dilihat orang, saya tidak puas dengan diri saya sendiri," kata Yamal seperti dikutip AS.

"Saya tahu pemain lain mana pun yang tampil seperti saya akan menjalani Piala Dunia yang fantastis, tetapi saya sebenarnya bisa memberikan lebih banyak dan saya sangat ingin tampil di edisi berikutnya," lanjut Yamal.

Yamal Bicara soal Ego dan Posisi Bermain

Yamal juga memberikan tanggapan mengenai anggapan bahwa kepercayaan dirinya berkaitan dengan ego atau kesombongan. Ia justru melihat keyakinan terhadap kemampuan sendiri sebagai sesuatu yang dapat memberikan manfaat bagi tim selama tetap berada dalam batas yang terkendali.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Selain persoalan karakter, Yamal membahas bagaimana ia membayangkan perannya di lapangan pada masa mendatang. Ia belum mengetahui posisi akhirnya, tetapi ingin tetap bermain sebagai penyerang dan bergerak semakin dekat dengan area berbahaya. "Saya pikir ego yang dipadukan dengan kontrol adalah sesuatu yang sangat berharga, selama selalu berada dalam kendali karena hal itu membantu seluruh tim. Saya selalu ingin memiliki pemain bersama saya yang percaya bahwa mereka adalah yang terbaik," ujar Yamal. "Saya tidak tahu akan bermain di posisi mana nantinya, tetapi saya akan selalu menjadi seorang penyerang. Anda tentu tidak akan melihat Lamine yang berusia 16 tahun terus berada di sisi lapangan, karena semakin dekat saya dengan area penalti, semakin berbahaya saya," tegasnya.

Read Entire Article
Bisnis | Football |