Skenario Jika Tottenham Degradasi: Ancaman Kerugian hingga Rp5,9 Triliun Mengintai

13 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Ancaman degradasi biasanya tidak pernah benar-benar melekat pada klub elite Premier League, termasuk Tottenham. Dengan kekuatan finansial yang besar, tim-tim papan atas hampir selalu mampu menjauh dari zona merah.

Namun, situasi berbeda sedang menghantui Tottenham Hotspur pada musim 2025/2026. Klub asal London Utara itu justru terjebak dalam persaingan menghindari degradasi.

Dengan sembilan pertandingan tersisa, Spurs hanya terpaut satu poin dari zona merah yang saat ini ditempati West Ham. Posisi tersebut membuat tekanan terhadap tim semakin besar.

Ancaman itu tidak hanya berkaitan dengan reputasi di lapangan. Jika skenario terburuk terjadi, Tottenham berpotensi mengalami kerugian finansial hingga sekitar 261 juta pounds atau sekitar Rp5,9 triliun.

Pendapatan Tottenham Bisa Anjlok Drastis

Tottenham sebenarnya termasuk klub dengan kekuatan ekonomi yang sangat kuat di Eropa. Dalam laporan UEFA tentang lanskap keuangan klub Eropa, Spurs mencatat pendapatan sekitar 690 juta pounds tahun lalu.

Angka tersebut setara sekitar Rp15,6 triliun dan menempatkan Tottenham di posisi kesembilan klub dengan pemasukan terbesar di benua tersebut. Stabilitas finansial itu selama ini menjadi salah satu fondasi utama klub.

Namun, status sebagai klub Premier League memainkan peran besar dalam angka tersebut. Jika Tottenham terdegradasi ke Championship, struktur pendapatan mereka akan berubah drastis.

Analisis BBC Sport memperkirakan total penurunan pendapatan bisa mencapai 261 juta pounds. Nilai tersebut setara sekitar Rp5,9 triliun dan menjadi salah satu potensi kerugian terbesar dalam sejarah klub.

Tiket, Hak Siar, dan Liga Champions Terancam Hilang

Salah satu sektor yang paling terdampak adalah pendapatan dari pertandingan kandang. Musim lalu Tottenham menghasilkan sekitar 130 juta pounds dari matchday revenue.

Angka itu menempatkan Spurs sebagai salah satu klub dengan pemasukan tiket terbesar di Eropa. Rata-rata harga tiket laga kandang Tottenham bahkan mencapai sekitar 76 pounds per penonton.

Pendapatan tersebut sangat terkait dengan status mereka sebagai klub Premier League. Jika harus bermain di Championship, daya tarik pertandingan dipastikan akan menurun.

Selain tiket, sektor hak siar juga akan terkena dampak besar. Tottenham tidak lagi menerima bagian dari kontrak siaran domestik dan internasional Premier League yang bernilai sangat tinggi.

Selain itu, Tottenham juga berpotensi kehilangan pemasukan dari kompetisi Eropa. Puluhan juta pounds dari hak siar Liga Champions bisa lenyap sepenuhnya, kecuali mereka secara mengejutkan memenangkan kompetisi tersebut dan tetap lolos ke edisi berikutnya.

Luciano Spalletti Buka Pembicaraan Kontrak Baru di Juventus

Read Entire Article
Bisnis | Football |