Rekor Spanyol dan Lamine Yamal yang Pecah di Piala Dunia 2026

11 hours ago 13

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Spanyol kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu kekuatan terbesar sepak bola dunia. La Roja keluar sebagai juara Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Argentina 1-0 lewat gol Ferran Torres pada menit ke-106 babak perpanjangan waktu di Stadion New York New Jersey, Senin (20/7/2026) dini hari WIB.

Gelar dunia kedua dalam sejarah itu bukan sekadar soal trofi. Perjalanan Spanyol sepanjang turnamen dipenuhi berbagai pencapaian yang memecahkan rekor, mulai dari produktivitas gol, kokohnya lini belakang, hingga dominasi di penghargaan individu. 

Tim Spanyol yang dipimpin Luis de la Fuente, dengan nama-nama seperti Nico Williams, Pedri, Pau Cubarsí, hingga Lamine Yamal menjadi wajah baru kejayaan La Roja. Khusus bagi Yamal, turnamen ini menjadi panggung lahirnya sejumlah rekor yang membuat namanya semakin sulit dilepaskan dari sejarah sepak bola dunia.

Berikut deretan rekor yang berhasil diukir Spanyol dan Lamine Yamal sepanjang Piala Dunia 2026.

1. Rekor Gol Terbanyak Spanyol dalam Satu Edisi Piala Dunia

Spanyol menutup turnamen dengan torehan 14 gol, menjadi jumlah gol terbanyak yang pernah mereka cetak dalam satu edisi Piala Dunia. Catatan tersebut melampaui rekor sebelumnya, yakni 12 gol pada edisi 1986 di Meksiko bersama legenda Emilio Butragueño. Bahkan, jumlah itu jauh lebih produktif dibanding saat La Roja menjadi juara dunia 2010 di Afrika Selatan dengan hanya delapan gol.

Mikel Oyarzabal tampil sebagai top skor tim lewat lima gol, menyamai Emilio Butragueño (1986) dan David Villa (2010). Sembilan gol lainnya disumbangkan Mikel Merino (2), Pedro Porro (2), Fabián Ruiz, Álex Baena, Ferran Torres, Lamine Yamal, serta satu gol bunuh diri bek Arab Saudi Hassan Altambakti.

2. Pertahanan Paling Kokoh Sepanjang Turnamen

Kesuksesan Spanyol tak hanya dibangun lewat lini depan yang tajam, tetapi juga pertahanan yang nyaris sempurna. Dari delapan pertandingan, La Roja hanya kebobolan satu gol. Tujuh laga lainnya berhasil mereka akhiri dengan clean sheet, menjadikan Spanyol sebagai tim dengan pertahanan terbaik sepanjang turnamen. 

Satu-satunya gol yang bersarang ke gawang Unai Simón terjadi saat menghadapi Belgia di perempat final. Penampilan impresif tersebut juga mengantarkan Unai Simón mencetak sejarah. Kiper Athletic Club itu mencatatkan tujuh clean sheet, terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia, sekaligus memecahkan rekor Walter Zenga dengan 650 menit beruntun tanpa kebobolan.

3. Menutup Turnamen dengan Tujuh Kemenangan Beruntun

Spanyol sempat ditahan imbang tanpa gol pada laga pembuka melawan Cape Verde. Namun setelah itu, mereka tampil nyaris sempurna. La Roja menyapu bersih tujuh pertandingan berikutnya hingga akhirnya mengangkat trofi juara dunia. Rangkaian kemenangan tersebut lahir atas Arab Saudi, Uruguay, Austria, Portugal, Belgia, Prancis, dan Argentina di partai final.

- Fase Group:

  • Spanyol 0-0 Cape Verde
  • Spanyol 4-0 Arab Saudi
  • Uruguay 0-1 Spanyol

- Babak 32 Besar: Spanyol 3-0 Austria

- Babak 16 Besar: Portugal 0-1 Spanyol

- Perempat Final: Spanyol 2-1 Belgia

- Semifinal: Prancis 0-2 Spanyol

- Final: Spanyol 1-0 Argentina (setelah perpanjangan waktu)

4. Tak Terkalahkan dalam 38 Laga Internasional

Keberhasilan menjuarai Piala Dunia 2026 juga memperpanjang rekor tak terkalahkan Spanyol menjadi 38 pertandingan internasional. Sejak kalah 0-1 dari Kolombia pada Maret 2024, La Roja belum pernah lagi merasakan kekalahan dalam waktu normal. Mereka membukukan 29 kemenangan dan sembilan hasil imbang, melewati rekor Italia yang sebelumnya bertahan di angka 37 pertandingan tanpa kalah. Catatan tersebut sekaligus mempertegas dominasi Spanyol setelah sebelumnya juga menjuarai Euro.

5. Borong Penghargaan Individu

Dominasi Spanyol semakin lengkap lewat raihan penghargaan individu. Rodri dinobatkan sebagai Golden Ball berkat perannya sebagai kapten dan pengatur permainan. Gelandang Manchester City itu mencatatkan 799 operan dengan akurasi mencapai 93 persen, tertinggi sepanjang turnamen.

Sementara itu, Unai Simón membawa pulang Golden Glove setelah mencatatkan tujuh clean sheet dan tampil konsisten di bawah mistar. Tak kalah impresif, bek muda Pau Cubarsí terpilih sebagai Pemain Muda Terbaik (19 tahun). Bek Barcelona tersebut bermain penuh dalam seluruh pertandingan Spanyol (750 menit) dan menjadi salah satu fondasi kokohnya lini belakang La Roja.

6. Lamine Yamal, Raja Dribel dan Pemecah Rekor Usia

Sulit membicarakan Piala Dunia 2026 tanpa menyebut nama Lamine Yamal. Di usia baru 19 tahun, winger Barcelona itu menjadi salah satu pemain paling menonjol sepanjang turnamen. Berdasarkan statistik FIFA, Yamal mencatatkan 35 dribel sukses, terbanyak dibanding pemain lain, mengungguli Kylian Mbappé (28) dan Lionel Messi (25).

Tak hanya memikat lewat aksi di lapangan, Yamal juga mengukir sederet rekor bersejarah. Ia menjadi pemain termuda keempat yang berhasil mengangkat trofi Piala Dunia pada usia 19 tahun 6 hari, sejajar dengan Coutinho. Di atasnya masih ada Giuseppe Bergomi (18 tahun 174 hari), Ronaldo Nazário (17 tahun 298 hari), dan Pele (17 tahun 249 hari).

Yang lebih istimewa lagi, Yamal juga masuk dalam daftar tiga pemain termuda yang pernah tampil di final Piala Dunia. Kesuksesan membawa Spanyol menjadi juara membuatnya resmi menyandang status sebagai pemain termuda yang pernah menjuarai dua turnamen terbesar level tim nasional, yakni Piala Eropa UEFA dan Piala Dunia FIFA. Prestasi tersebut semakin mengukuhkan Yamal sebagai wajah baru sepak bola dunia sekaligus penerus generasi emas Spanyol.

Di Balik Rekor, Ada Performa Fisik yang Terjaga

Deretan rekor yang ditorehkan Spanyol dan Lamine Yamal sepanjang Piala Dunia 2026 tentu lahir dari kualitas teknik, kecerdasan taktik, dan mental juara. Namun, ada satu faktor penting yang kerap luput dari perhatian, yakni kemampuan menjaga kondisi fisik tetap prima sepanjang turnamen.

Jadwal pertandingan yang padat, intensitas permainan yang tinggi, hingga waktu pemulihan yang singkat, setiap pemain dituntut mampu mempertahankan performa terbaiknya dari laga pertama hingga final. Dalam situasi seperti ini, menjaga tubuh tetap terhidrasi menjadi salah satu bagian penting dari persiapan atlet agar tetap fokus, bugar, dan siap menghadapi tekanan di lapangan.

Semangat inilah yang turut diusung POWERADE®, Official Sports Drink FIFA World Cup™ dari Coca-Cola, melalui kampanye "POWER YOUR HYDRATION: Isotonik Untuk Hidup Aktifmu". Mengusung konsep "One Brand. Two Ways to Hydrate", POWERADE menghadirkan dua pilihan minuman isotonik yang disesuaikan dengan kebutuhan aktivitas yakni POWERADE Active Blue dan POWERADE Active White.

POWERADE Active Blue dikembangkan untuk aktivitas fisik berintensitas tinggi, mulai dari pertandingan sepak bola, latihan lari, hingga sesi gym. Dengan formula ION4 yang membantu menggantikan elektrolit yang hilang melalui keringat, Active Blue mendukung tubuh tetap fokus dan bugar selama beraktivitas.

Sementara itu, POWERADE Active White dirancang untuk mendampingi gaya hidup aktif sehari-hari, seperti berjalan kaki, beraktivitas di luar rumah, atau mengikuti Car Free Day. Dengan manfaat penggantian elektrolit ION4 yang sama, Active White membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi, bugar, dan siap menjalani berbagai aktivitas.

Bagi atlet profesional maupun masyarakat yang menjalani gaya hidup aktif, menjaga tubuh tetap terhidrasi merupakan langkah sederhana yang dapat membantu menjaga performa dalam beraktivitas setiap hari.

Untuk informasi terkini tentang POWERADE®, penggemar sepak bola dapat mengikuti Instagram (@POWERADE.ID) dan Facebook (POWERADE Indonesia), atau mengunjungi www.coca.cola.co.id.

Read Entire Article
Bisnis | Football |