Real Madrid Pernah Menolak Pedri, Kini Jadi Bintang Rival Abadi Barcelona

4 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Bintang muda Barcelona, Pedri, ternyata memiliki kisah masa lalu yang menarik dengan rival abadi klubnya, Real Madrid. Terungkap bahwa petinggi Real Madrid pernah menolak Pedri saat ia masih belia, sebuah keputusan yang kini mungkin disesali oleh Los Blancos. Kejadian ini menjadi salah satu ironi terbesar dalam dunia sepak bola modern.

Penolakan ini terjadi pada Februari 2018, ketika Pedri yang kala itu berusia 15 tahun menjalani masa percobaan di akademi Real Madrid, Valdebebas. Namun, alih-alih direkrut, ia justru diberitahu bahwa kemampuannya "tidak memenuhi standar" klub raksasa Spanyol tersebut. Keputusan ini diambil setelah sesi latihan yang terbatas.

Ironisnya, kini Pedri telah menjelma menjadi salah satu gelandang terbaik di dunia, bahkan berhasil meraih Kopa Trophy pada tahun 2021. Ia kini menjadi pilar penting bagi Barcelona, klub yang selalu ia impikan untuk bela, dan menjadi duri dalam daging bagi Real Madrid.

Alasan Penolakan dan Peran Butragueno

Penolakan terhadap Pedri oleh petinggi Real Madrid dikabarkan terjadi karena beberapa faktor. Selain penilaian bahwa ia "tidak cukup baik," cuaca buruk berupa salju tebal juga disebut menghambat sesi latihannya, sehingga waktu untuk menunjukkan kemampuannya sangat terbatas. Ini menjadi salah satu alasan utama mengapa Real Madrid tidak merekrutnya.

Mantan pelatih Las Palmas, Pepe Mel, yang pernah menangani Pedri, mengungkapkan detail menarik di balik penolakan ini. Mel membeberkan percakapannya dengan legenda klub sekaligus direktur Real Madrid, Emilio Butragueno. Butragueno disebut tidak melihat Pedri sebagai sosok yang cocok dengan profil tim Los Blancos, menganggapnya bukan tipe pemain Real Madrid.

Beberapa sumber bahkan menyebutkan bahwa Pedri ditolak dua kali, dengan respons yang sama pada musim panas di tahun yang sama: "tidak cukup baik untuk bermain di Real Madrid." Keputusan yang diambil berdasarkan pengamatan singkat tersebut kini menjadi sorotan, mengingat perkembangan karier Pedri yang luar biasa.

Reaksi Pedri dan Motivasi Tersembunyi

Pedri sendiri mengakui bahwa penolakan dari petinggi Real Madrid tersebut sempat membuatnya merasa "kesal." Namun, perasaan tersebut tidak membuatnya menyerah. Justru, penolakan itu menjadi motivasi besar baginya untuk terus bekerja keras dan mengembangkan kemampuannya di lapangan hijau.

Gelandang muda ini menyatakan bahwa insiden tersebut memacunya untuk membuktikan diri. Ia kini merasa berada di tim yang selalu ia inginkan, yaitu Barcelona, dan menikmati setiap momennya. "Jika saya bertemu orang yang menolak saya, saya akan memberitahu bahwa saya menikmati waktu saya di Barcelona saat ini," ujarnya. Kisah ini menunjukkan mentalitas seorang atlet profesional yang mampu mengubah kekecewaan menjadi bahan bakar untuk meraih kesuksesan. Penolakan dini justru membentuk karakter dan determinasi Pedri untuk mencapai puncak kariernya.

Read Entire Article
Bisnis | Football |