Raup Rp6,9 M dari Taruhan Penculikan Maduro, Tentara AS Diadili

15 hours ago 10

Jakarta, CNN Indonesia --

Pengadilan Manhattan di Amerika Serikat mendakwa Prajurit Angkatan Darat yang diduga meraup untung US$400 ribu atau sekitar Rp6,9 miliar gegara taruhan soal penggulingan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Dalam pernyataan resmi Kementerian Kehakiman AS pada Kamis (23/4) disebutkan sersan mayor Pasukan Khusus Angkatan Darat AS, Gannon Ken Van Dyke, menggunakan informasi rahasia yang sensitif untuk memasang taruhan di pasar prediksi Polymarket.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia bertaruh bahwa pasukan AS akan memasuki Venezuela dan Maduro bakal digulingkan dari kekuasaan.

Dewan Juri di Pengadilan Manhattan lalu mendakwa Dyke dengan tuduhan penggunaan informasi pemerintah yang bersifat rahasia secara tidak sah untuk keuntungan pribadi, pencurian informasi pemerintah yang tidak bersifat publik, penipuan komoditas, penipuan melalui transfer elektronik, dan melakukan transaksi keuangan yang melanggar hukum.

"Para anggota kepolisian dan militer kita dipercayai dengan informasi rahasia untuk menyelesaikan misi mereka seaman dan seefektif mungkin, dan dilarang menggunakan informasi yang sangat sensitif ini untuk keuntungan finansial pribadi," kata Pelaksana Tugas Jaksa Agung AS Todd Blanche dalam rilis resmi, dikutip Reuters.

Menurut surat dakwaan, Van Dyke menjadi prajurit aktif di Angkatan Darat AS sejak tahun 2008 dan terakhir ditempatkan di Fort Bragg di Carolina Utara.

Jaksa penuntut mengatakan Van Dyke terlibat dalam "perencanaan dan pelaksanaan" penangkapan Maduro, tetapi tak memberikan rincian lebih lanjut.

Dakwaan tersebut mencatat foto Van Dyke di akun Google-nya pada pagi hari tanggal 3 Januari, beberapa jam setelah militer AS membawa Maduro ke kapal serbu amfibi USS Iwo Jima.

"Foto itu menggambarkan Van Dyke di tempat yang tampaknya adalah dek kapal di laut, saat matahari terbit mengenakan seragam militer AS, dan membawa senapan, berdiri di samping tiga orang lain yang juga mengenakan seragam militer AS," demikian bunyi dakwaan tersebut.

Informasi mengenai pengacara pembela untuk Van Dyke belum tersedia. Ia diperkirakan muncul di hadapan hakim di North Carolina pada Kamis.

Kementerian Pertahanan sementara itu menolak berkomentar dan menyerahkan keputusan ke Kementerian Kehakiman.

Ketika ditanya jurnalis tentang penangkapan tersebut, Presiden Donald Trump mengatakan tak tahu-menahu. Dia lalu teringat kasus Pete Rose, yang dilarang bermain di Major League Baseball karena skandal perjudian.

"Itu seperti Pete Rose bertaruh pada timnya sendiri," kata Trump.

"Jika dia bertaruh melawan timnya sendiri, itu tidak akan baik, tetapi dia bertaruh pada timnya sendiri. Saya akan menyelidikinya," imbuh dia.

Polymarket sementara itu menyatakan telah melaporkan masalah ini ke Kementerian Kehakiman.

"Perdagangan orang dalam tak punya tempat di Polymarket. Penangkapan hari ini adalah bukti bahwa sistem bekerja," bunyi unggahan tersebut.

Banner Microsite Haji 2026

(isa/bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Bisnis | Football |