Prediksi Spanyol vs Belgia: Menguji Pertahanan La Roja

5 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Spanyol menghadapi Belgia dalam laga perempat final kedua Piala Dunia 2026. Pertandingan krusial ini dijadwalkan berlangsung di Los Angeles, Sabtu (11/7/2026) pukul 02.00 WIB.

La Furia Roja tampil impresif sepanjang turnamen. Di sisi lain, Belgia tiba di babak ini dengan performa yang terus menanjak, setelah sempat diragukan di fase grup.

Kedua tim Eropa ini akan memperebutkan satu tiket menuju semifinal, di mana mereka akan bertemu pemenang antara Prancis atau Maroko.

Laga ini menjadi penentu langkah selanjutnya bagi kedua negara dalam upaya meraih gelar juara dunia. Spanyol, yang pernah mengangkat trofi pada 2010, kini berjarak tiga kemenangan dari gelar Piala Dunia lainnya, hampir 16 tahun setelah kesuksesan mereka di Afrika Selatan.

Soliditas Pertahanan Spanyol di Piala Dunia 2026

Skuad asuhan Luis de la Fuente telah menunjukkan dominasinya sejak awal turnamen, berhasil memuncaki Grup H. Perjalanan mereka di babak gugur dimulai dengan menyingkirkan Austria, sebelum melaju ke babak 16 besar untuk menghadapi Portugal.

Dalam pertandingan melawan rival Iberia tersebut, Spanyol berhasil membalas kekalahan mereka di final UEFA Nations League tahun lalu. Gol telat dari Mikel Merino menjadi penentu kemenangan atas Portugal, mengamankan tempat mereka di perempat final.

Ini merupakan penampilan perempat final keenam bagi Spanyol di Piala Dunia. Setelah empat kali tersingkir di babak ini, mereka berhasil melewati Paraguay pada 2010 sebelum akhirnya meraih gelar juara. Salah satu kunci keberhasilan La Roja adalah pertahanan mereka yang sangat solid.

Spanyol menjadi satu-satunya tim yang belum kebobolan gol di turnamen ini, mencatat enam clean sheet berturut-turut yang mencakup lebih dari 10 jam pertandingan. Di bawah arahan De La Fuente, juara Eropa ini juga telah berhasil melewati keenam pertandingan sistem gugur utama hingga saat ini, menunjukkan betapa sulitnya mereka dihentikan.

Kebangkitan Belgia dan Ancaman Setan Merah

Belgia, yang finis di puncak Grup G meskipun dengan beberapa penampilan kurang meyakinkan, menunjukkan kebangkitan signifikan. Mereka berhasil meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Senegal di babak 32 besar, dengan kapten Youri Tielemans mencetak gol penentu di menit-menit akhir.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Langkah mereka berlanjut ke Seattle, di mana mereka menghadapi Amerika Serikat. Pelatih Rudi Garcia mengambil risiko dengan tidak menurunkan Kevin De Bruyne, Jeremy Doku, dan Romelu Lukaku sebagai starter, namun strategi ini membuahkan hasil dengan kemenangan telak 4-1. Charles De Ketelaere mencetak dua gol, disusul Hans Vanaken, dan Romelu Lukaku yang masuk sebagai pemain pengganti berhasil mencetak gol ketiganya secara berturut-turut di turnamen ini. Tim asuhan Garcia tidak hanya mengakhiri harapan tuan rumah, tetapi juga mempertahankan rata-rata gol impresif mereka di atas 2,5 per pertandingan. Setelah eliminasi fase grup di Qatar 2022 yang sempat dianggap sebagai akhir 'generasi emas', Belgia kini tak terkalahkan dalam 18 pertandingan dan terus mengincar gelar juara. Belgia memiliki catatan positif di perempat final Piala Dunia, berhasil lolos dari dua dari tiga penampilan sebelumnya, dan kini berkesempatan meniru skuad 1986 yang menyingkirkan Spanyol di fase yang sama.

Read Entire Article
Bisnis | Football |