Prediksi Inter vs Bodo/Glimt: Misi Balas Dendam I Nerazzurri di San Siro

6 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Inter Milan bersiap melakoni laga krusial di leg kedua play-off Liga Champions menghadapi Bodo/Glimt. Pertandingan Inter vs Bodo/Glimt akan digelar di San Siro, Rabu (25/2/2026) pukul 03.00 WIB, dan menjadi ajang pembuktian bagi Nerazzurri untuk membalikkan keadaan setelah takluk 1-3 di leg pertama.

Laga ini mempertemukan juara Eropa tiga kali, Inter Milan, dengan tim debutan fase gugur Liga Champions, Bodo/Glimt. Meskipun memiliki sejarah dan pengalaman yang jauh berbeda, hasil leg pertama menunjukkan bahwa Bodo/Glimt bukanlah lawan yang bisa diremehkan. Tim asal Norwegia ini berhasil memanfaatkan keuntungan kandang dan kondisi lapangan yang tidak biasa bagi Inter.

Misi balas dendam menjadi fokus utama Inter Milan di hadapan pendukungnya sendiri. Mereka harus tampil dominan dan efektif untuk menaklukkan Bodo/Glimt yang telah menunjukkan performa mengejutkan di kompetisi Eropa musim ini. Pertandingan ini diprediksi akan berjalan sengit, dengan Inter mengerahkan segala upaya untuk mengamankan tiket ke babak selanjutnya.

Misi Sulit Inter Milan di San Siro

Inter Milan harus melakukan comeback besar setelah kalah di leg pertama dari Bodo/Glimt dengan skor 1-3. Kekalahan ini terjadi saat Inter bertandang ke Aspmyra Stadion, di mana mereka kesulitan menghadapi lapangan plastik, kondisi di bawah nol, dan tim tuan rumah yang lebih lancar. Gol pertama Bodo/Glimt dicetak oleh Sondre Fet setelah 16 operan, menunjukkan koordinasi tim yang solid.

Meskipun Francesco Pio Esposito sempat menyamakan kedudukan untuk Inter, gol-gol di babak kedua dari Jens Petter Hauge dan Kasper Hogh mengembalikan keunggulan Bodo/Glimt. Hasil tersebut mengakhiri rekor tandang Inter yang luar biasa dan menempatkan mereka dalam situasi sulit. Pelatih Cristian Chivu, pemenang treble 2010 bersama klub, mendapat sorotan karena mengistirahatkan pemain kunci di Norwegia.

Sebagai juara Eropa tiga kali dan finalis Liga Champions dua kali dalam tiga musim terakhir, Inter memiliki rekor bagus dalam pertandingan dua leg. Mereka telah memenangkan 10 dari 16 pertandingan sistem gugur Liga Champions terakhir mereka, tidak termasuk final.

Namun, Inter hanya pernah menang dengan selisih dua gol dalam enam dari 52 pertandingan sistem gugur mereka dan belum pernah menang dengan selisih tiga gol di babak-babak akhir, yang menjadi tantangan besar. Liverpool pada tahun 2019 adalah tim terakhir yang lolos setelah kekalahan tandang dua gol di leg pertama, sebuah statistik yang menambah tekanan bagi Nerazzurri.

Bodo/Glimt adalah debutan di babak gugur Liga Champions dan merupakan klub paling utara di kompetisi tersebut. Mereka berhasil lolos ke babak gugur setelah tidak memenangkan enam pertandingan pertama, kemudian memenangkan dua pertandingan terakhir. Kemenangan tersebut termasuk hasil mengejutkan 3-1 di kandang melawan Manchester City dan 2-1 tandang melawan Atletico Madrid. Klub Norwegia ini kini menjadi tim Norwegia pertama yang mencatat tiga kemenangan beruntun di kompetisi top Eropa. Bodo/Glimt berpotensi menjadi tim Eliteserien pertama yang lolos dari babak gugur sejak Lillestrom pada tahun 1987. Di bawah asuhan Kjetil Knutsen, tim ini telah memenangkan empat gelar domestik dan mencatatkan kemenangan terkenal atas Celtic, Porto, Lazio, dan Roma di kompetisi kontinental sebelumnya. Tahun lalu, mereka bahkan mencapai semifinal Liga Europa, hanya kalah dari pemenang akhirnya, Tottenham Hotspur. Glimt juga memiliki rekor yang kuat dalam pertandingan dua leg, memenangkan enam dari delapan pertandingan Eropa terakhir mereka. Menariknya, Inter pernah mengalahkan Bodo/Glimt 7-1 secara agregat di Piala Winners 1978-79, termasuk kemenangan 5-0 di Milan, menunjukkan perubahan besar dalam kekuatan kedua tim.

Read Entire Article
Bisnis | Football |