Prediksi Chelsea vs Leeds United: Bidik Kemenangan Kelima Beruntun

6 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Stamford Bridge akan menjadi saksi bisu pertarungan sengit Chelsea vs Leeds United dalam lanjutan Liga Inggris 2025/2026, Rabu (11/2/2026) pukul 02.30 WIB. Pertandingan ini diprediksi akan berjalan ketat mengingat kedua tim tengah dalam performa yang cukup baik.

Chelsea mengincar kemenangan untuk memperkuat posisi mereka di papan atas klasemen, sementara Leeds United berjuang untuk menjauh dari zona degradasi.

Pertemuan ini bukan hanya tentang tiga poin, tetapi juga tentang momentum dan kepercayaan diri tim. Para penggemar sepak bola tentu menantikan duel taktik antara Rosenior dan Daniel Farke.

Laga ini menjadi krusial bagi Chelsea untuk menjaga asa lolos ke Liga Champions musim depan, mengingat persaingan ketat di empat besar. Di sisi lain, Leeds United akan berupaya keras untuk mematahkan rekor buruk mereka di Stamford Bridge dan membuktikan bahwa mereka mampu bersaing dengan tim-tim papan atas.

Performa Gemilang Chelsea di Bawah Rosenior

Chelsea telah menunjukkan kebangkitan signifikan sejak penunjukan Liam Rosenior sebagai manajer. Sebelumnya, The Blues gagal meraih kemenangan dalam lima pertandingan Premier League (tiga seri, dua kalah), namun kini mereka telah memenangkan empat pertandingan liga terakhir secara beruntun di bawah asuhan Rosenior. Rentetan kemenangan ini termasuk derbi London yang sulit melawan Brentford (2-0), Crystal Palace (3-1), dan West Ham United (3-2).

Puncak dari performa impresif ini terlihat saat Cole Palmer mencetak hattrick bersejarah di babak pertama dalam kemenangan 3-1 atas Wolves di Molineux. Satu-satunya noda dalam sembilan pertandingan pembuka Rosenior di semua kompetisi adalah kekalahan agregat 4-2 dari Arsenal di semifinal EFL Cup. Saat ini, Chelsea menduduki posisi kelima di klasemen Premier League, hanya terpaut satu poin dari empat besar dan empat poin di atas Liverpool.

Kemenangan dalam laga Chelsea vs Leeds United ini tidak hanya akan memperkuat upaya mereka untuk lolos ke Liga Champions, tetapi juga akan menjadikan Rosenior manajer Chelsea pertama sejak Maurizio Sarri pada September 2018 yang memenangkan tiga pertandingan kandang pertamanya di liga. Meskipun demikian, Chelsea memiliki rekor buruk di pertandingan tengah pekan musim ini, gagal meraih kemenangan dalam tiga laga (dua seri, satu kalah), termasuk kekalahan 3-1 dari Leeds di Elland Road pada Desember lalu.

Leeds United datang ke London dengan kepercayaan diri tinggi setelah meraih kemenangan kandang 3-1 atas Nottingham Forest pada Jumat lalu. Dalam pertandingan tersebut, The Whites unggul cepat tiga gol melalui Jayden Bogle, Noah Okafor, dan Dominic Calvert-Lewin. Kekalahan dari pemuncak klasemen Arsenal menjadi satu-satunya dari dua hasil minor mereka dalam 12 pertandingan liga terakhir (empat menang, enam seri), menunjukkan peningkatan performa yang signifikan dibandingkan delapan kekalahan di 13 pertandingan pembuka musim. Manajer Daniel Farke berhasil membimbing timnya ke posisi ke-16 di klasemen, unggul enam poin dari zona degradasi dengan 13 pertandingan tersisa. Namun, rekor tandang Leeds menjadi perhatian serius, di mana mereka kalah dalam tujuh dari 12 pertandingan Premier League di luar kandang. Hanya Burnley (5) dan Wolves (3) yang mengumpulkan poin tandang lebih sedikit dibandingkan Leeds (7). Tantangan bagi Leeds semakin berat mengingat mereka tidak pernah menang dalam tujuh kunjungan terakhir ke Stamford Bridge di liga, bahkan kalah dalam enam pertandingan terakhir. Kemenangan terakhir mereka di markas Chelsea dalam ajang liga tercatat pada tahun 1999. Ini akan menjadi ujian berat bagi Leeds untuk memutus tren negatif tersebut.

Read Entire Article
Bisnis | Football |