Persita Matangkan TC di Yogyakarta, Javlon Guseynov: Kami Siap Tempur di BRI Super League

4 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Persita Tangerang membidik persaingan papan atas pada BRI Super League 2026/2027. Skuad Pendekar Cisadane menegaskan tidak ingin kembali tertahan di papan tengah dan menatap musim baru dengan ambisi yang lebih besar.

Perjalanan mereka dimulai pada 5 September dengan laga tandang menantang PSIM Yogyakarta. Partai pembuka itu menjadi ujian pertama arah permainan yang telah disiapkan selama pramusim.

Di bawah komando pelatih Carlos Pena, persiapan terus dimatangkan. Tim yang bermarkas di Indomilk Arena Stadium tersebut menata organisasi permainan sekaligus menggenjot kekompakan skuad.

TC Yogyakarta: Fisik, Taktik, dan Filosofi Main

Persita menghelat pemusatan latihan di Yogyakarta selama kurang lebih dua pekan. Agenda ini menjadi fondasi untuk membangun intensitas sekaligus menyamakan pemahaman permainan di seluruh lini.

Selama TC, para pemain digembleng lewat menu fisik yang berat. Selain itu, tim juga memoles skema dan filosofi bermain melalui serangkaian laga uji coba untuk mengevaluasi detail teknis yang masih perlu dibenahi.

"Menurut saya, persiapan kami berjalan dengan baik. Kami telah berlatih keras, baik secara fisik maupun taktik, dan yang terpenting adalah tim ini makin akrab dan solid dari hari ke hari. Masih ada hal-hal yang perlu diperbaiki, tapi menurut saya kami berada di jalur yang tepat," kata Javlon Guseynov.

Target Papan Atas

Musim lalu, Persita finis di peringkat ke-10 klasemen akhir BRI Super League 2025/2026. Untuk musim ini, mereka menatap perbaikan hasil dengan komposisi skuad yang berisi pemain lokal dan asing di setiap lini.

Bersaing di papan atas membuat Persita harus mengimbangi tim-tim unggulan seperti Borneo FC, Dewa United, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, serta sang juara berturut-turut tiga musim, Persib Bandung.

"Pertandingan persahabatan yang kami jalani tentu sangat bermanfaat bagi tim. Pertandingan tersebut memberi kami kesempatan untuk menguji berbagai taktik, memahami apa yang perlu diperbaiki, serta memberikan waktu bagi para pemain baru untuk beradaptasi," imbuh pemain asal Uzbekistan tersebut.

"Hasil pertandingan bukanlah hal terpenting dalam masa persiapan, yang terpenting adalah kami belajar dan berkembang menjadi tim yang lebih baik," kata veteran berusia 35 tahun itu.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Singapura Diduga Tidak Lagi Serius di FIFA ASEAN Cup 2027

Read Entire Article
Bisnis | Football |