Perjuangan Christopher Nkunku Menemukan Tajinya di AC Milan: Adaptasi Lambat dan Peran Allegri

10 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Christopher Nkunku datang ke AC Milan dengan membawa harapan besar sekaligus beban masa lalu. Penyerang asal Prancis itu direkrut pada awal musim 2025/2026 setelah melewati periode sulit bersama Chelsea.

Ekspektasi tinggi langsung mengiringi kedatangannya ke San Siro. Milan melihat Nkunku sebagai solusi kreativitas dan ketajaman di lini depan, namun realitas awal musim tidak berjalan sesuai rencana.

Hingga pekan ke-15 Serie A, Nkunku belum mampu mencetak satu gol pun. Situasi ini menjadi sorotan, terlebih ia cukup sering mendapat kepercayaan tampil dari Massimiliano Allegri.

Bayang-bayang kegagalan kembali muncul. Namun, berbeda dengan masa lalunya, Nkunku memilih bertahan, bekerja, dan menunggu momen untuk membalikkan keadaan bersama Rossoneri.

Adaptasi Berat Tanpa Pramusim Ideal

Dalam wawancara dengan Gazzetta dello Sport, Nkunku mengakui bahwa proses adaptasinya di Milan tidak mudah. Ia datang tanpa fondasi kebugaran yang ideal untuk langsung bersaing di Serie A.

"Jika Anda tidak melakukan pramusim, Anda tidak memiliki 4-5 pertandingan persahabatan untuk kembali bugar," kata Nkunku.

Minimnya pramusim membuat Nkunku kesulitan mencapai level permainan terbaiknya. Serie A yang menuntut kesiapan fisik dan taktik tinggi menjadi tantangan tambahan baginya. Meski begitu, Nkunku menolak menyerah.

“Saya masih berpikir saya membantu tim dengan cara lain, tetapi jika Anda memberikan assist atau gol, itu lebih terlihat. Namun, yang terpenting adalah menang," ucapnya.

Titik Balik, Gol, dan Sentuhan Allegri

Momen kebangkitan Nkunku akhirnya datang pada pekan ke-17 Serie A. Ia mencetak dua gol ke gawang Hellas Verona, sekaligus membuka keran golnya bersama Milan. Setelah itu, performa Nkunku berubah signifikan.

Peran Massimiliano Allegri sangat krusial dalam proses ini. Sang pelatih tak hanya memberi kepercayaan teknis, tetapi juga sentuhan psikologis sederhana yang berdampak besar.

"Ketika pelatih mengatakan sesuatu, Anda harus menerimanya karena dia memiliki banyak pengalaman," kata Nkunku.

"Pada saat itu, lebih dari sekadar tersenyum, saya berada di dunia saya sendiri mencoba untuk siap. Tapi ya, ketika Anda tersenyum dan melihat hal-hal secara positif, semuanya berubah," tutup Nkunku.

Sumber: Gazzetta dello Sport

Mantan Kapten Arsenal Didukung Jadi Manajer Manchester United

Read Entire Article
Bisnis | Football |