Paul Scholes Kritik Performa Arsenal, Nilai Bukayo Saka Terlihat Kehilangan Arah

2 days ago 16

Liputan6.com, Jakarta - Paul Scholes menyoroti performa Bukayo Saka setelah Arsenal kalah 0-2 dari Manchester City di final Carabao Cup. Ia menilai pemain muda tersebut terlihat kehilangan arah dalam sistem permainan saat ini.

Kekalahan itu membuat Arsenal kembali gagal meraih trofi sejak terakhir kali menjuarai Piala FA pada 2020. Tim asuhan Mikel Arteta harus mengakui keunggulan City yang mencetak dua gol di babak kedua melalui Nico O’Reilly.

Arsenal juga mendapat kritik karena minim kreativitas saat menghadapi Manchester City. Meski masih unggul sembilan poin di puncak klasemen Premier League, performa tersebut menimbulkan tanda tanya.

Scholes menilai Arsenal terlalu fokus memanfaatkan bola mati dalam permainan mereka. Hal itu dinilai membuat variasi serangan menjadi terbatas dan berdampak pada performa pemain depan.

Performa Pemain Kunci yang Menurun

Scholes menilai sejumlah pemain penting Arsenal tidak tampil maksimal dalam laga tersebut. Ia melihat masalah tidak hanya terjadi di lini depan, tetapi juga dari sektor lain.

Menurutnya, lini tengah dan pertahanan gagal mendistribusikan bola dengan baik ke pemain menyerang. Hal itu membuat pemain seperti Saka kesulitan menunjukkan kualitasnya.

"Pemain-pemain terbaik mereka tidak tampil maksimal," ujar Scholes.

"Anda berbicara tentang para penyerang yang tidak tampil baik, tetapi Anda harus melihat gelandang dan bek tengah mereka, mereka tidak bisa mengalirkan bola kepada mereka," lanjut Scholes.

Terlalu Bergantung pada Bola Mati

Scholes menyoroti kecenderungan Arsenal yang terlalu mengandalkan situasi bola mati. Ia menilai pendekatan tersebut membuat permainan menjadi mudah ditebak.

Ia bahkan membandingkan situasi tersebut dengan pengalaman masa lalu saat menghadapi tim yang kuat dalam lemparan ke dalam. Hal itu menunjukkan bagaimana fokus berlebihan bisa berdampak negatif.

"Apakah Anda melihat momen ketika Bernardo Silva berlari untuk mencegah bola keluar menjadi sepak pojok? Bahkan saat melawan itu, Anda tidak ingin memberikannya," kata Scholes.

"Hampir seperti bermain melawan Stoke di masa lalu, terkadang karena lemparan ke dalam mereka sangat berbahaya, manajer kami meminta kami membuang bola menjadi sepak pojok karena Rory Delap, karena kualitas umpannya tidak sebaik itu," tambah Scholes.

Scholes secara khusus menyoroti kondisi Bukayo Saka dalam sistem permainan Arsenal saat ini. Ia menilai pemain tersebut kesulitan berkembang karena minim suplai bola. Menurutnya, kualitas Saka tetap tinggi, tetapi tidak didukung oleh permainan tim secara keseluruhan. Hal itu membuatnya terlihat tidak efektif di lapangan. "Kami mengatakan bahwa mereka telah menjadi terlalu terobsesi dengan itu," ungkap Scholes. "Mereka melupakan cara lain untuk mencetak gol. Mereka memiliki pemain bagus. Anda punya Saka yang terlihat kehilangan arah saat ini karena mereka tidak bisa memberinya bola, padahal dia memiliki kemampuan yang hebat," tegas Scholes.

Read Entire Article
Bisnis | Football |