Momen Presiden FIFA Coba Bikin Presiden Sepak Bola Palestina Salaman dengan Israel

6 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Presiden FIFA Gianni Infantino menjadi sorotan setelah berupaya menyatukan delegasi Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA) dan Asosiasi Sepak Bola Israel. Namun usahanya membuat kedua perwakilan berada di satu panggung yang sama dan bersalaman gagal total.

Rencana itu dilakukan oleh Gianni Infantino dalam Kongres FIFA 2026 di Vancouver, Kanada pada Kamis (30/4) waktu setempat. Tepatnya setelah melakukan pidato, di mana dia meminta perwakilan asosiasi sepak bola Israel dan Palestina untuk naik ke panggung setelah sempat berbicara di hadapan ratusan delegasi.

Namun rencana Gianni Infantino tak berjalan lancar. Hanya Wakil Presiden Asosiasi Sepak Bola Israel, Basim Sheikh Suliman yang bersedia untuk naik panggung. Sedangkan Presiden PFA, Jibril Rajoub menolak untuk kembali ke atas panggung

Gianni Infantino dan Jibril Rajoub kemudian terlibat diskusi emosional di sisi panggung, sementara Suliman tetap berada di atas panggung. Hingga akhirnya rencana jabat tangan delegasi Israel dan Palestina gagal total.

Alasan Palestina Menolak

Tidak ada pernyataan resmi FIFA terkait rencana tersebut. Namun Rajoub memberikan pernyataan berupa alasan dia enggan memenuhi permintaan Infantino dan menolak berjabat tangan dengan Israe.

“Bisakah saya berjabat tangan dengan seseorang yang mewakili pemerintah fasis dan rasis, serta membela kebijakan pemerintah tersebut? Saya rasa dia bukan mitra yang layak bagi saya," ujar Rajoub, dipetik dari SportBible, Sabtu (2/5).

“Saya memahami Federasi Israel memiliki hak untuk mengatur dan mengembangkan olahraga, tetapi itu harus dalam batas wilayah yang diakui secara internasional. Apakah dia siap mengatakan hal yang sama untuk Palestina?” lanjutnya.

Presiden FA Palestina itu kemudian mengkritik langkah dan cara pendekatan yang dilakukan oleh Gianni Infantino. Menurutnya, orang sepak bola nomor satu di dunia itu tak benar-benar memahami situasi yang terjadi.

"Saya pikir Gianni memiliki hak untuk mencoba menjembatani kesenjangan. Dia memiliki hak untuk mecoba menyatukan orang-orang," ujar Rajoub.

"Mungkin dia memahami, tapi tidak benar-benar mengetahui penderitaan mendalam rakyat Palestina dan keluarga besar olahraga Palestina," sambungnya.

Respons Pihak Israel

Sementara itu, pihak Israel melalui Sekretaris Jenderal sementara IFA, Yariv Teper, menegaskan tak ada rencana perihal niat dari Gianni Infantino. Namun ia menyayangkan kegagalan momen tersebut.

“Saya pikir itu adalah kesempatan yang terlewatkan. Misi kami adalah menunjukkan kepada dunia kami bisa melakukannya dengan cara yang berbeda," ujar Teper.

“Wakil Presiden kami sudah berdiri di sana, dan presiden FIFA meminta kedua pihak naik ke panggung bersama. Menurut saya, itu adalah kesempatan yang hilang untuk menunjukkan sesuatu yang berbeda kepada dunia," katanya menambahkan.

Lebih jauh Tepper menyatakan bahwa sikap IFA dalam Kongres FIFA adalah murni untuk sepak bola. Dia menolak ada unsur politik yang dibawa.

“Kami tidak berurusan dengan politik. Kami hanya berurusan dengan sepak bola, dan berupaya membawa masa depan yang lebih baik bagi sepak bola di seluruh wilayah dunia, terutama di kawasan kami di Timur Tengah,” jelasnya.

Jadwal Semifinal Piala Uber 2026 dan Link Live Streaming Indonesia vs Korea Selatan

Read Entire Article
Bisnis | Football |