Misi Berat yang Menanti Pep Guardiola jika Melatih Italia

6 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Nama Josep Guardiola terus dikaitkan dengan kursi pelatih Timnas Italia setelah mendapat pendekatan dari Federasi Sepak Bola Italia (FIGC). Jika menerima tawaran tersebut, pelatih asal Spanyol itu tidak hanya akan memulai babak baru dalam kariernya, tetapi juga memikul salah satu proyek paling kompleks di sepak bola internasional.

Italia memang memiliki sejarah yang luar biasa dengan koleksi empat gelar Piala Dunia dan dua trofi Piala Eropa. Namun, reputasi tersebut kini kontras dengan kondisi terkini Gli Azzurri yang tengah mengalami penurunan prestasi dalam beberapa tahun terakhir.

Puncak kemunduran itu terlihat setelah Italia gagal lolos ke tiga edisi Piala Dunia secara beruntun. Terbaru, mereka tersingkir dari babak play-off Eropa menuju Piala Dunia 2026 usai kalah melalui adu penalti dari Bosnia-Herzegovina, yang sekaligus mengakhiri masa kepelatihan Gennaro Gattuso pada April lalu.

Dalam situasi tersebut, Guardiola dipandang sebagai sosok yang mampu membawa perubahan besar. Namun, rekam jejak gemilangnya di level klub belum tentu menjadi jaminan bahwa proses membangun kembali Italia akan berjalan mudah.

Membangun Ulang Mentalitas dan Identitas Italia

Salah satu tantangan terbesar yang akan dihadapi Guardiola adalah mengembalikan mentalitas juara Gli Azzurri. Meski sempat menjuarai Euro 2021 setelah mengalahkan Inggris di final, Italia gagal mempertahankan momentum dan kembali terpuruk di level internasional.

Saat ini Italia hanya menempati peringkat ke-15 dunia. Posisi tersebut menunjukkan bahwa regenerasi pemain dan konsistensi performa menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera diselesaikan.

Guardiola dikenal sebagai pelatih yang mampu membangun identitas permainan yang kuat. Pengalamannya mengubah Barcelona menjadi salah satu tim terbaik sepanjang masa serta membawa Manchester City mendominasi Inggris membuat banyak pihak percaya ia memiliki kapasitas untuk membentuk kembali wajah sepak bola Italia.

Namun, membangun budaya bermain di level tim nasional memiliki tantangan berbeda dibandingkan klub. Waktu latihan yang terbatas membuat Guardiola harus mampu menyampaikan filosofi sepak bolanya secara efektif dalam setiap jeda internasional.

Jadwal Padat dan Target Euro 2028 Menanti Guardiola

Apabila resmi menangani Italia, target jangka pendek Guardiola adalah memastikan Gli Azzurri lolos ke putaran final Euro 2028 yang akan digelar di Inggris dan Irlandia. Proses menuju target tersebut akan dimulai melalui babak kualifikasi pada 2027.

Sebelum itu, Italia sudah dihadapkan pada jadwal padat di UEFA Nations League. Pertandingan pertama yang berpotensi dipimpin Guardiola adalah menghadapi Belgia di Stadion Olimpico, Roma, pada 25 September, stadion yang pernah menjadi markasnya ketika memperkuat AS Roma.

Italia juga harus bersaing dengan Turki dan Prancis dalam kompetisi tersebut. Enam pertandingan yang berlangsung antara September hingga November akan menjadi ujian awal untuk melihat seberapa cepat Guardiola mampu membentuk tim sesuai visinya.

Di sisi lain, Guardiola sendiri sebelumnya mengakui membutuhkan waktu untuk beristirahat setelah menjalani satu dekade penuh tekanan bersama Manchester City. Secara mental dan fisik ia merasa kelelahan dan ingin meluangkan waktu untuk keluarga.

Sumber: BBC Sport

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Persiapan Matang Arema FC Sambut Piala Presiden 2026

Read Entire Article
Bisnis | Football |