Mikel Arteta Geram Arsenal Kebobolan dari Set Piece di Markas Leverkusen

5 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Arsenal harus puas membawa pulang hasil imbang saat bertandang ke markas Bayer Leverkusen pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Pertandingan di BayArena berakhir dengan skor 1-1, hasil yang menyisakan rasa kecewa bagi manajer The Gunners, Mikel Arteta.

Tim asal London Utara sebenarnya datang dengan ambisi meraih kemenangan tandang. Namun, kelengahan dalam mengantisipasi bola mati membuat mereka harus bekerja keras untuk menghindari kekalahan.

Gol Robert Andrich di awal babak kedua sempat menempatkan tuan rumah di atas angin. Beruntung bagi Arsenal, Kai Havertz tampil sebagai penyelamat setelah sukses mengeksekusi penalti di penghujung laga.

Arteta Soroti Kelalaian Arsenal

Seusai pertandingan, Arteta tidak menutupi kekecewaannya terhadap performa tim, khususnya dalam situasi bola mati. Ia menilai anak asuhnya kehilangan fokus pada momen penting, padahal aspek tersebut selama ini menjadi salah satu kekuatan Arsenal.

Gol Andrich lahir dari skema sepak pojok yang gagal diantisipasi lini belakang Arsenal. Arteta menilai para pemainnya tidak menunjukkan urgensi yang cukup saat menghadapi situasi tersebut.

"Ada dua sisi dalam kejadian itu. Pertama, lawan memanfaatkan kelemahan kami dengan sangat baik, tetapi di sisi lain kami juga kurang menunjukkan urgensi," ujar Arteta.

Pelatih asal Spanyol itu mengungkapkan bahwa tim pelatih sebenarnya sudah mengantisipasi pola permainan Leverkusen. Bahkan, ia mengaku telah menunjukkan beberapa contoh situasi bola mati dari pertandingan lawan sebelumnya kepada para pemain.

"Kami sudah memperlihatkan tiga video dari pertandingan akhir pekan lalu tentang bagaimana mereka menjalankan skema tersebut. Namun di lapangan kami tidak siap dan akhirnya terjebak," katanya.

Havertz Jadi Penyelamat di Kandang Lama

Di tengah tekanan setelah tertinggal, Arsenal akhirnya menemukan jalan keluar melalui titik putih. Penalti diberikan setelah Noni Madueke dijatuhkan di dalam kotak terlarang oleh pemain Leverkusen.

Kai Havertz yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna. Gelandang asal Jerman itu menaklukkan kiper tuan rumah dengan penyelesaian tenang, sekaligus mencetak gol penting ke gawang mantan klubnya.

Arteta menilai momen tersebut memiliki makna emosional bagi Havertz, mengingat BayArena merupakan stadion yang pernah menjadi rumah bagi sang pemain.

"Sepak bola sering menghadirkan cerita yang unik. Kembali ke stadion yang pernah membesarkannya dan mencetak gol sepenting itu tentu menjadi momen besar," kata Arteta. Menurutnya, ketenangan Havertz dalam situasi penuh tekanan menunjukkan kedewasaan sang pemain. Gol tersebut juga menjaga peluang Arsenal tetap terbuka jelang leg kedua.

Read Entire Article
Bisnis | Football |