Liverpool Sempat Terpuruk, Florian Wirtz Beberkan Pertemuan Internal yang Jadi Titik Balik

4 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Liverpool sempat melalui periode sulit yang hampir menggagalkan ambisi mereka mempertahankan gelar Premier League musim 2025/2026. Namun di balik kebangkitan performa The Reds, gelandang serang Florian Wirtz mengungkap adanya sejumlah pertemuan internal antarpemain yang menjadi titik balik bagi tim.

Liverpool mengawali musim ini dengan status favorit kuat juara setelah sukses merebut trofi liga pada musim pertama Arne Slot sebagai pelatih. Namun performa mereka sempat merosot tajam antara akhir September hingga November.

Dalam rentang tersebut, Liverpool menelan enam kekalahan dari tujuh pertandingan Premier League. Hasil buruk itu membuat peluang mempertahankan gelar praktis memudar lebih cepat dari yang diperkirakan.

Cerita Wirtz

Meski begitu, situasi di dalam tim tidak dibiarkan berlarut-larut. Para pemain mengambil inisiatif untuk melakukan evaluasi secara tertutup tanpa melibatkan staf pelatih.

Wirtz mengungkapkan bahwa beberapa kali para pemain mengadakan rapat khusus di ruang ganti untuk membahas situasi tim dan mencari solusi bersama.

“Kami sempat mengadakan beberapa pertemuan di ruang ganti yang hanya dihadiri para pemain,” kata Wirtz dalam program Reds Roundtable.

Menurut pemain asal Jerman itu, awal musim yang sulit terasa cukup mengejutkan bagi skuad Liverpool yang terbiasa meraih kemenangan hampir di setiap pertandingan.

“Kami mengalami awal musim yang sulit dan klub ini tidak terbiasa dengan situasi seperti itu, di mana kami tidak memenangkan hampir setiap pertandingan,” ujarnya.

Terbukti Manjur

Wirtz menilai pertemuan internal tersebut penting untuk menjaga kepercayaan diri tim dan memastikan semua pemain tetap percaya pada proses yang sedang dijalani.

“Sangat penting bagi kami untuk tetap percaya sebagai sebuah kelompok bahwa kami sedang membuat kemajuan dan semuanya akan menjadi lebih baik,” lanjutnya.

Setelah masa sulit itu, performa Liverpool perlahan membaik. Dalam 23 pertandingan terakhir di semua kompetisi, mereka hanya menelan tiga kekalahan.

Wirtz juga menekankan bahwa fokus tim saat ini adalah menjalani setiap pertandingan dengan maksimal, tanpa terlalu banyak berbicara mengenai peluang meraih trofi.

>“Kami ingin memberikan sesuatu kepada para fans, tetapi kami tidak berada dalam posisi untuk mengatakan akan memenangkan ini atau itu. Jadi kami fokus pada setiap pertandingan,” jelasnya.

Bagi Wirtz sendiri, musim ini juga menjadi periode adaptasi setelah bergabung dengan Liverpool dari Bayer Leverkusen pada bursa transfer musim panas dengan nilai transfer mencapai 116 juta poundsterling. Awalnya, pemain berusia 23 tahun itu membutuhkan waktu untuk menemukan ritme permainan di Premier League. Ia bahkan harus menunggu hingga empat bulan sebelum mencetak gol pertamanya di liga. Namun setelah berhasil membuka rekening gol pada Desember, performanya meningkat pesat. Hingga kini Wirtz telah mencatatkan total 14 kontribusi gol di semua kompetisi. Ia mengaku kunci kebangkitannya adalah menjaga kekuatan mental agar bisa tampil maksimal di lapangan. “Hal terpenting yang saya lakukan adalah membuat diri saya kuat secara mental agar berada dalam kondisi terbaik ketika bermain,” ujar Wirtz. Menurutnya, mencetak gol pertama menjadi momentum penting yang membuatnya lebih percaya diri. “Ketika Anda mencetak satu gol, biasanya itu memberikan momentum. Setelah itu terasa lebih mudah untuk mencetak gol berikutnya,” katanya.

Read Entire Article
Bisnis | Football |