Liverpool Dapat Angin Segar Jelang Lawan Galatasaray, UEFA Larang Fans Bertamu ke Anfield!

3 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Liverpool berada dalam posisi yang tidak mudah menjelang leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2025/2026. The Reds harus membalikkan keadaan setelah menelan kekalahan di leg pertama saat bertandang ke markas Galatasaray.

Pertandingan pertama yang digelar di RAMS Park, Istanbul, berakhir pahit bagi Liverpool. Mereka tumbang dengan skor 1-0 setelah Mario Lemina mencetak gol penentu kemenangan bagi klub Turki tersebut.

Kini Liverpool bersiap menjamu Galatasaray pada leg kedua di Anfield. Pertandingan itu dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 19 Maret 2026.

The Reds membutuhkan kemenangan dengan minimal dua gol untuk memastikan tiket ke perempat final. Di tengah tekanan tersebut, kabar baik justru datang untuk tim asuhan Arne Slot.

UEFA Larang Fans Galatasaray Datang ke Anfield

Liverpool mendapat keuntungan menjelang duel penentuan melawan Galatasaray. UEFA memutuskan untuk melarang pendukung klub Turki itu hadir pada leg kedua di Anfield.

Larangan tersebut dijatuhkan setelah insiden kerusuhan yang melibatkan fans Galatasaray pada laga playoff Liga Champions melawan Juventus di Italia. Dalam pertandingan itu, pendukung tim berjuluk Cimbom dilaporkan melempar benda ke lapangan serta menyalakan kembang api.

Akibat tindakan tersebut, UEFA menjatuhkan sanksi kepada Galatasaray. Klub asal Istanbul itu didenda sebesar £34.800 sekaligus dilarang menjual tiket untuk pendukung mereka pada laga tandang.

Keputusan ini, menurut laporan Liverpool Echo, membuat Anfield dipastikan hanya dipenuhi oleh suporter Liverpool. Sebab jatah tiket untuk suporter Galatasaray akhirnya diberikan pada fans The Reds. Situasi tersebut tentu bisa menjadi dorongan tambahan bagi The Reds yang sedang mengejar defisit satu gol.

Okan Buruk tak Terima Hukuman UEFA

Keputusan UEFA tersebut rupanya tidak diterima dengan baik oleh pihak Galatasaray. Pelatih mereka, Okan Buruk, bahkan secara terbuka mengkritik sanksi yang dijatuhkan kepada klubnya.

Menurut Buruk, keputusan itu tidak sepenuhnya adil bagi Galatasaray. Ia menilai ada banyak faktor lain yang seharusnya ikut dipertimbangkan oleh UEFA.

Galatasaray pun telah mengambil langkah resmi untuk menentang keputusan tersebut. Mereka mengajukan banding dengan harapan larangan itu bisa dicabut sebelum pertandingan leg kedua digelar.

"Kami telah mengajukan banding atas hukuman yang dijatuhkan oleh UEFA," serunya. Ia lantas menambahkan: "Saya juga merasa itu tidak adil. Tidak adil jika hanya melihatnya dari perspektif penggemar. Bagaimana polisi bertindak di sana juga sangat penting."

Read Entire Article
Bisnis | Football |