Lionel Messi Menang Melawan Rasa Bersalah

14 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Lionel Messi berdiri di titik penalti dengan harapan membawa Argentina memimpin pertandingan. Namun, tendangannya gagal berbuah gol dan wajah sang kapten langsung memperlihatkan rasa bersalah dan kecewa yang mendalam.

Momen itu sempat membuat Argentina kehilangan arah dalam duel babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Mesir. Keadaan semakin sulit ketika lawan mampu memperbesar keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-67.

Tidak banyak yang menduga Lionel Messi masih akan menjadi tokoh utama pada malam penuh tekanan tersebut. Ia menjawab semuanya lewat satu gol yang mengubah arah pertandingan sekaligus melepaskan beban yang selama beberapa menit menghantuinya.

Selebrasi yang Menyimpan Cerita

Argentina mulai membuka jalan kebangkitan melalui gol Cristian Romero. Lionel Messi kemudian mencetak gol penyeimbang pada menit ke-83 sebelum Enzo Fernandez memastikan kemenangan 3-2 lewat sundulan pada masa stoppage time.

Sesaat setelah bola bersarang di gawang Mesir, Lionel Messi berlari menuju bendera sudut lapangan sambil melompat dan mengepalkan tangan. Selebrasi itu bukan sekadar luapan kegembiraan karena mencetak gol, melainkan pelepasan emosi setelah melewati momen yang sangat berat.

"Sejujurnya itu adalah momen pelampiasan, pelampiasan bagi kami semua," kata Messi. "Saya sangat marah karena gagal mengeksekusi penalti dan cara saya mengambilnya. Saya merasa telah mengecewakan tim pada momen penting."

Ia merasa bersyukur masih memperoleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahan tersebut. "Namun, untungnya Tuhan kembali menyiapkan sesuatu yang istimewa untuk saya pada akhirnya dan saya bisa mencetak gol penyeimbang."

Air Mata, Rekor, dan Harapan

Peluit akhir menghadirkan pemandangan yang jarang terlihat dari Lionel Messi. Air mata mengalir ketika rekan-rekannya menghampiri lalu mengangkat sang kapten di tengah lapangan.

Lautaro Martinez dan Julian Alvarez sama-sama memberikan penghargaan kepada Lionel Messi atas pengaruh besarnya bagi tim. Pelatih Lionel Scaloni juga menganggap gairah bermain sang kapten tetap menyala meski telah memasuki penghujung karier.

Gol penyeimbang ke gawang Mesir menghadirkan catatan baru bagi Lionel Messi. Ia kini mencetak gol dalam enam pertandingan fase gugur Piala Dunia secara beruntun sekaligus memperpanjang rekor menjadi sembilan laga Piala Dunia berturut-turut selalu membobol gawang lawan.

Kini, Argentina menatap perempat final dengan kepercayaan diri tinggi menghadapi Swiss. Sementara itu, Lionel Messi kembali membuktikan bahwa seorang legenda tidak selalu lahir dari kesempurnaan, tetapi juga dari keberanian bangkit setelah kegagalan.

Sumber: ESPN

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Profil Haissem Hassan, Sosok yang Hampir Pulangkan Messi dari Piala Dunia

Read Entire Article
Bisnis | Football |