Liam Rosenior Ambil Alih Set Piece Chelsea Usai Kebobolan Beruntun

6 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Manajer Chelsea, Liam Rosenior, mengambil langkah tegas menyusul rapuhnya pertahanan The Blues dalam mengantisipasi situasi bola mati. Setelah kebobolan sejumlah gol krusial dalam dua laga terakhir, Rosenior kini turun langsung mengawasi dan memimpin sesi latihan set piece.

Keputusan ini diambil setelah Chelsea kebobolan gol penyeimbang di masa injury time saat menghadapi Burnley lewat situasi sepak pojok akhir pekan lalu.

Bahkan, mereka nyaris kembali dihukum dari skema serupa beberapa menit berselang. Situasi makin mengkhawatirkan ketika Arsenal mencetak dua gol dari tendangan sudut dalam laga berikutnya.

Tujuh Gol dari Bola Mati Jadi Alarm Bahaya

Sejak Rosenior menangani tim, Chelsea tercatat sudah kebobolan tujuh gol dari situasi bola mati dalam 13 pertandingan. Angka tersebut menjadi perhatian serius, mengingat set piece kerap menjadi pembeda dalam laga-laga ketat.

Pelatih bola mati Chelsea, Bernardo Cueva, sejatinya tetap memegang tanggung jawab teknis dalam latihan. Namun, di bawah komando Rosenior, posisinya di bangku cadangan kini berada di baris depan, berbeda dengan era pelatih sebelumnya, Enzo Maresca, saat Cueva lebih sering duduk di baris belakang.

Rosenior menegaskan bahwa perubahan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk keseriusan memperbaiki detail yang dinilai krusial.

“Apakah saya terlibat? Sekarang iya. Ini bukan bahan tertawaan karena ini aspek penting yang harus kami tingkatkan,” ujar Rosenior.

“Setiap manajer punya pendekatan berbeda dalam menyerang dan bertahan dari bola mati. Dalam sepekan terakhir, saya mengambil tanggung jawab lebih karena saya tahu ini harus diperbaiki.”

Meski begitu, ia tetap memberikan apresiasi kepada Cueva, terutama dalam kontribusi ofensif dari skema bola mati.

“Bernardo sudah membuktikan kualitasnya sebagai pelatih set piece, terutama dalam produktivitas serangan kami. Dia termasuk yang terbaik di liga,” tambahnya.

Bukan Hanya Taktik, tapi Soal Mentalitas

Rosenior menekankan bahwa masalah ini bukan semata soal metode latihan atau taktik, melainkan juga menyangkut mentalitas dan fokus pemain di lapangan.

Menurutnya, dengan pelatih kepala turun langsung menangani sesi tersebut, diharapkan ada peningkatan kesadaran dan konsentrasi pemain.

“Ini bukan hanya tentang kepelatihan. Ini tentang mentalitas, fokus, dan konsentrasi. Ketika manajer mengambil kendali, saya harap nilai pentingnya aspek ini juga meningkat di mata para pemain,” tegasnya.

Selain persoalan bola mati, Chelsea juga dihantui catatan disiplin yang buruk musim ini. Winger asal Portugal, Pedro Neto, menjadi pemain kesembilan The Blues yang menerima kartu merah musim ini saat melawan Arsenal. Akibat kartu merah tersebut, Neto dipastikan absen dalam lawatan ke markas Aston Villa pada pertengahan pekan. Rosenior mengungkapkan bahwa sang pemain telah meminta maaf kepada rekan-rekannya. “Pedro sudah meminta maaf kepada tim. Kami kehilangan dia untuk laga Rabu,” kata Rosenior. “Tapi ini bukan hanya soal Pedro. Kami terlalu sering menerima kartu karena protes, pelanggaran yang tidak perlu, dan tindakan yang seharusnya bisa dihindari.” Rosenior pun memberi peringatan tegas bahwa pemilihan pemain ke depan akan sangat bergantung pada kemampuan mereka mengendalikan emosi dan memperbaiki perilaku di lapangan. “Saya akan memilih pemain yang menunjukkan peningkatan. Saya tidak bisa menjalani satu musim dengan kartu merah setiap dua atau tiga pertandingan. Itu tidak mungkin,” ujarnya.

Read Entire Article
Bisnis | Football |