Laba Samsung Kuartal II Cetak Rekor Sejarah, Terdongkrak Chip AI

13 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Laba operasional Samsung Electronics pada kuartal II melampaui perkiraan analis. Pertumbuhan tersebut didorong kuatnya permintaan kecerdasan buatan (AI) yang terus menopang bisnis chip memorinya.

Raksasa teknologi Korea Selatan itu membukukan laba operasional kuartalan tertinggi sepanjang sejarah, melonjak 1.814 persen secara tahunan (year-on-year), sementara pendapatan meningkat 130 persen. Dibandingkan kuartal sebelumnya, laba melonjak lebih dari 56 persen, sedangkan pendapatan naik lebih dari 28 persen.

Perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar 171,5 triliun won (US$ 118,7 miliar), dibandingkan perkiraan 172,65 triliun won. Kemudian laba operasional sebesar 89,5 triliun won, dibandingkan perkiraan 88,13 triliun won.

Melansir laman CNBC, Kamis (30/7/2026), Samsung menyebut permintaan server AI menjadi pendorong utama rekor pendapatan bisnis memori. Kinerja tersebut membantu perusahaan mencatat penjualan DRAM dan NAND tertinggi sepanjang masa. Kedua jenis chip tersebut digunakan dalam berbagai perangkat elektronik, mulai dari ponsel pintar, sistem otomotif, hingga server.

Perusahaan juga menyatakan belanja modal (capital expenditure/capex) untuk bisnis memori meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya, seiring perluasan investasi pada fasilitas produksi baru di Pyeongtaek serta proyek infrastruktur lainnya untuk memenuhi permintaan AI. Samsung juga tetap meningkatkan investasi pada riset dan pengembangan (R&D) teknologi lanjutan.

Samsung mengatakan telah meningkatkan penjualan HBM4 dan mengirimkan sampel HBM4E pertama di industri kepada pelanggan utama. HBM4 merupakan generasi keenam memori bandwidth tinggi Samsung yang dirancang untuk mendukung prosesor AI canggih, termasuk platform Vera Rubin milik Nvidia.

Permintaan AI Melonjak

Samsung menyatakan permintaan komputasi umum (general-purpose computing) tumbuh pesat seiring perkembangan AI. Perusahaan terus memantau perkembangan permintaan HBM dan DRAM server sambil menjaga kombinasi produk yang optimal untuk mendukung kebutuhan AI dalam jangka panjang.

Keterbatasan pasokan di industri chip diprediksi akan berlanjut hingga tahun depan. Perusahaan akan mengelola bisnis HBM dan DRAM secara seimbang guna mencapai pangsa pasar HBM yang sejalan dengan bisnis DRAM konvensionalnya.

Untuk paruh kedua tahun ini, Samsung memperkirakan permintaan memori akan tetap kuat, terutama untuk server, seiring berlanjutnya investasi infrastruktur AI dan meningkatnya adopsi agentic AI.

“Pembangunan infrastruktur AI masih memberikan keuntungan besar bagi para pemasoknya, dan Samsung memperkirakan permintaan chip memori akan tetap kuat pada paruh kedua tahun ini karena agentic AI menambah kebutuhan baru terhadap produknya,” kata Josh Gilbert, analis utama Asia Pasifik dari eToro.

Samsung juga memperkirakan permintaan terhadap server DRAM, eSSD, dan HBM akan semakin meningkat. Enterprise SSD merupakan perangkat penyimpanan berperforma tinggi yang mampu mengirimkan data dengan cepat dan menjadi komponen penting dalam infrastruktur AI.

Perusahaan memperkirakan tekanan pasokan akan semakin ketat pada 2027, seiring pertumbuhan pesat kebutuhan pemrosesan token AI yang mendorong peningkatan permintaan dalam jangka menengah hingga panjang.

Peluang Melantai di Bursa AS

Samsung menyebut semakin banyak pelanggan yang mencari kontrak pasokan multi-tahun untuk mengamankan kapasitas infrastruktur AI. Hal ini memberikan perusahaan visibilitas lebih baik terhadap permintaan masa depan sekaligus fleksibilitas dalam merencanakan investasi.

Raksasa teknologi Korea Selatan itu juga mengatakan telah menyelesaikan kesepakatan dengan lima pelanggan pusat data global terbesar dan memasuki tahap akhir pembicaraan dengan lima pelanggan besar lainnya untuk memenuhi kebutuhan terkait AI.

Terkait kemungkinan pencatatan saham di Amerika Serikat, Samsung menyatakan saat ini belum mempertimbangkan penerbitan ADR (American Depositary Receipt), meskipun sebelumnya muncul laporan mengenai rencana tersebut.

Namun, perusahaan menyebut ADR tetap menjadi salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan dari perspektif peningkatan nilai pemegang saham dalam jangka menengah hingga panjang.

Pekan lalu, Samsung memperkenalkan jajaran produk terbaru berupa ponsel lipat generasi baru serta mengumumkan perluasan kerja sama strategis dengan Broadcom di bidang teknologi memori dan manufaktur chip (foundry).

“Penguatan bisnis memori sangat luar biasa, tetapi ketergantungan Samsung pada sektor tersebut juga semakin besar,” kata Gilbert, seraya menyoroti bisnis perangkat seluler dan jaringan yang mengalami kerugian hingga 700 miliar won akibat tekanan kenaikan harga komponen yang justru menjadi pendorong utama ledakan industri semikonduktor.

Samsung menyebut kenaikan biaya komponen menjadi penyebab penurunan tersebut. Meski demikian, pendapatan bisnis perangkat seluler tetap meningkat secara tahunan berkat penjualan kuat seri Galaxy S26 dan momentum positif seri Galaxy A.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Read Entire Article
Bisnis | Football |