Krisis Mental Juventus: Kekalahan dari Como Jadi Sinyal Bahaya Jelang Liga Champions

9 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Juventus kembali menampilkan performa yang mengecewakan pada lanjutan Serie A akhir pekan lalu. Kekalahan telak 0-2 dari Como semakin memperberat tekanan bagi tim menjelang leg kedua playoff Liga Champions.

Sebelumnya, Bianconeri juga harus menelan pil pahit setelah tumbang 2-5 saat bertandang ke markas Galatasaray di Istanbul. Hasil buruk di kancah Eropa tersebut hampir saja menyingkirkan mereka dari kompetisi elite benua biru.

Para pendukung yang mengharapkan kebangkitan di Allianz Stadium justru harus menelan kekecewaan mendalam. Permainan tim dinilai jauh dari ekspektasi saat menjamu tim tamu.

Mantan bek legendaris Milan, Alessandro Costacurta, berpendapat bahwa kekalahan dari Como merupakan imbas performa buruk di Turki. Ia menyoroti adanya masalah psikologis yang sangat nyata terlihat di dalam lapangan.

Kekalahan Memalukan di Allianz Stadium

Saat berlaga di hadapan pendukung sendiri, Juventus justru tampil tanpa perlawanan yang berarti. Como bahkan berhasil mengukir sejarah dengan mencatatkan kemenangan ganda atau double atas Bianconeri musim ini.

Skuad arahan Luciano Spalletti tampak kehilangan koordinasi dan gagal mengonversi peluang yang ada. Irama permainan mereka terlihat kacau sepanjang pertandingan berlangsung.

Teun Koopmeiners sempat memberikan ancaman melalui eksekusi bola mati yang berbahaya. Namun, Lois Openda gagal memanfaatkan momentum emas tersebut untuk mencetak gol bagi timnya.

Openda sebenarnya memiliki kesempatan besar untuk memecah kebuntuan lewat skema bola chip. Sayangnya, upaya tersebut berhasil digagalkan oleh ketangkasan penjaga gawang Como, Jean Butez.

Costacurta memberikan kritik tajam terhadap tumpulnya barisan penyerangan yang dimiliki Juventus saat ini. Ia secara sarkastik menyebut gawang lawan seolah mengecil bagi para pemain depan Bianconeri.

Masalah Mendalam Juventus

Menurut analisis Costacurta, persoalan yang dihadapi Juventus tidak terbatas pada teknis permainan di lapangan saja. Ia menilai kebijakan manajemen di bursa transfer juga gagal memberikan kontribusi positif bagi tim.

Kondisi tersebut membuat klub asal Turin ini terjebak dalam tren negatif yang terus berlanjut. Performa buruk ini dianggap sebagai sisa-sisa kegagalan dari musim sebelumnya yang belum teratasi.

Costacurta menyebut situasi ini sebagai keruntuhan psikologis yang sangat dramatis bagi kubu Juventus. Hal inilah yang paling ia khawatirkan menjelang laga krusial melawan Galatasaray nanti.

Ia menambahkan bahwa penampilan saat melawan Como menunjukkan adanya penurunan kualitas yang sangat serius. Tren ini harus segera dihentikan jika Juventus ingin tetap kompetitif.

Pertandingan leg kedua kontra Galatasaray kini menjadi ujian hidup dan mati bagi stabilitas Juventus. Mereka dituntut untuk membalikkan keadaan dalam waktu yang sangat singkat.

Kesalahan sekecil apa pun di laga mendatang bisa berakibat fatal bagi nasib klub. Para pendukung kini hanya bisa berharap tim kesayangan mereka mampu menemukan kembali mentalitas juara sebelum semuanya terlambat.

Klasemen Proliga 2026: Jakarta Livin Mandiri Panaskan Perebutan Tiket Final Four

Read Entire Article
Bisnis | Football |