Krisis Chelsea: Enzo Fernandez dan Marc Cucurella Dituding Khianati Liam Rosenior

4 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Legenda Manchester United, Gary Neville, melontarkan kritik tajam terhadap situasi internal Chelsea yang tengah dilanda krisis. Ia secara terbuka menuding dua pemain senior, Marc Cucurella dan Enzo Fernández, telah “mengkhianati” pelatih Liam Rosenior.

Pemecatan Rosenior memang menjadi sorotan besar. Pelatih asal Inggris itu baru empat bulan menjabat, namun harus angkat kaki setelah rentetan hasil buruk. Dalam lima laga terakhir di Premier League, The Blues menelan kekalahan beruntun tanpa mampu mencetak satu gol pun.

Puncaknya terjadi saat Chelsea takluk 0-3 dari Brighton. Hasil tersebut menjadi laga terakhir Rosenior sebelum akhirnya manajemen menunjuk Calum McFarlane sebagai pelatih interim hingga akhir musim.

Sindiran Neville: Loyalitas Pemain Dipertanyakan

Neville menyoroti sikap Cucurella dan Enzo yang justru memuji mantan pelatih, Enzo Maresca, di tengah performa buruk tim. Menurutnya, tindakan itu memperlihatkan kurangnya dukungan terhadap Rosenior.

Ia menilai komentar tersebut tidak hanya tidak profesional, tetapi juga memperkeruh suasana ruang ganti. Dalam situasi sulit, seharusnya pemain menunjukkan solidaritas, bukan justru mengagungkan sosok pelatih sebelumnya.

“Ketika hasil buruk datang, pelatih memang selalu jadi korban. Tapi pemain berpengalaman seharusnya tahu situasi. Ini seperti bentuk pengkhianatan,” ujar Neville dalam wawancara dengan media Inggris.

Manajemen Chelsea Tak Luput dari Kritik

Tak hanya pemain, Neville juga menyasar kebijakan petinggi klub. Ia menyebut arah manajemen Chelsea saat ini tidak jelas, terutama terkait pemberian kontrak jangka panjang hingga enam sampai delapan tahun kepada pemain maupun staf.

Menurutnya, kebijakan tersebut tidak masuk akal dalam dinamika sepak bola modern yang sangat kompetitif. Ia bahkan menyebut keputusan-keputusan klub sebagai “kacau balau” dan mencerminkan kurangnya perencanaan matang.

Neville juga menilai langkah Liam Rosenior menerima tawaran Chelsea terlalu prematur. Tekanan besar di Stamford Bridge dianggap belum ideal untuk pelatih muda yang masih dalam tahap perkembangan.

Meski demikian, ia memahami bahwa kesempatan melatih klub sebesar Chelsea sulit ditolak. Kini, Rosenior diharapkan bisa bangkit dan melanjutkan kariernya dengan lebih matang.

Klasemen Liga Inggris 2025/2026

Alasan Dewa United Batal Tempuh Jalur Hukum Terkait Insiden Tendangan Kungfu di EPA U-20

Read Entire Article
Bisnis | Football |