KONI Harapkan Kejurnas Berkuda Memanah 2026 Jadi Momentum Lahirkan Atlet Muda Berbakat

4 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman menaruh harapan besar terhadap masa depan olahraga berkuda memanah Indonesia. Ia melihat potensi besar dari para atlet muda yang tampil pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Berkuda Memanah III 2026 Road to PON di Bogor.

Marciano resmi membuka Kejurnas Berkuda Memanah III 2026 di Cakrawala Nuansa Nirwana (CNN), Bogor, Sabtu (19/9/2026). Kejuaraan yang berlangsung 17-20 September tersebut diikuti 98 atlet dari 13 provinsi dan mempertandingkan 14 nomor.

Menurut Marciano, Kejurnas bukan sekadar ajang perebutan gelar juara. Kompetisi ini menjadi bagian penting dalam mengukur sejauh mana pembinaan olahraga prestasi berjalan di setiap daerah.

"Agenda pembinaan olahraga prestasi ini (Kejurnas) sebagai bahan evaluasi bagaimana proses pembinaan yang dilakukan oleh daerah," ujar Marciano.

Marciano Soroti Potensi Atlet Usia Dini

Salah satu hal yang menarik perhatian Marciano adalah usia para peserta. Ia melihat mayoritas atlet yang tampil masih berada pada usia dini sehingga memiliki waktu panjang untuk berkembang dan meningkatkan kemampuan.

"Saya lihat rata-rata atlet yang bertanding pada Kejurnas Berkuda Memanah III ini adalah atlet-atlet usia dini," kata Marciano.

Ia pun berharap para atlet muda tersebut tidak berhenti pada level nasional. Dengan pembinaan yang konsisten, mereka diharapkan mampu menembus persaingan internasional dan mengharumkan nama Indonesia.

"Saya berharap ke depan dapat mewakili Indonesia pada kejuaraan internasional dan mempersembahkan juara," lanjutnya.

Marciano menegaskan bahwa prestasi olahraga tidak bisa dibangun secara instan. Menurut dia, pembinaan atlet harus berjalan berjenjang dan disertai kompetisi yang berkelanjutan agar potensi atlet dapat berkembang secara maksimal.

Tata Kelola dan Kualitas Juri Jadi Perhatian

Selain aspek pembinaan atlet, Marciano juga mengingatkan Federasi Nasional Pordasi Berkuda Memanah, baik di tingkat pusat maupun provinsi, untuk terus memperkuat tata kelola organisasi.

Ia menilai manajemen penyelenggaraan pertandingan dan kualitas juri juga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem olahraga berkuda memanah yang berkualitas.

"Tata kelola organisasi, manajemen pelaksanaan event di seluruh Indonesia, memperhatikan kualitas juri dan memantau secara ketat prestasi yang diraih para atletnya," tutur Marciano.

Kejurnas Berkuda Memanah III 2026 sekaligus menjadi bagian dari persiapan menuju PON XXII/2028 NTT-NTB. Salah satu nomor yang dipertandingkan, Tower 90, akan masuk dalam cabang yang dipertandingkan pada PON 2028.

Marciano juga mengapresiasi pihak penyelenggara dan tuan rumah yang mendukung pelaksanaan Kejurnas. Ia berharap kompetisi tersebut ikut memperkenalkan olahraga berkuda memanah kepada masyarakat secara lebih luas.

"Semoga kegiatan ini semakin menarik minat masyarakat terhadap olahraga berkuda memanah," ujarnya.

Tak hanya membuka Kejurnas, Marciano juga melepas dua tim berkuda memanah Indonesia yang akan tampil pada kejuaraan internasional. Tim pertama dijadwalkan berlaga di IHAA Greater Asian Championship di Moskow, Rusia, pada 25-27 September 2026, sedangkan tim lainnya akan tampil pada IHAA Oceania Regional Championship di Australia, 16-18 Oktober 2026.

Bagi Marciano, keikutsertaan atlet Indonesia di pentas internasional menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan olahraga berkuda memanah Tanah Air sekaligus menguji kemampuan atlet dalam persaingan dunia.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Read Entire Article
Bisnis | Football |