Kevin Lamour Diberhentikan FIFA Setelah Kritik Tajam Rencana Kontroversial Gianni Infantino

5 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Chief Operating Officer (COO) FIFA Kevin Lamour resmi diberhentikan dari jabatannya pada 17 Agustus 2026. Pemecatan ini terjadi beberapa minggu setelah Lamour secara terbuka menyuarakan kritik terhadap proposal Presiden FIFA Gianni Infantino yang kontroversial, terkait penjualan sebagian hak Piala Dunia kepada investor swasta.

Kritik Lamour berpusat pada rencana FIFA Forward Enterprise (FFE), sebuah proyek ambisius yang bertujuan mengubah pendanaan dan pengelolaan turnamen sepak bola terbesar di dunia. Proposal FFE melibatkan penjualan hingga 20% saham dalam bisnis turnamen FIFA kepada investor eksternal, dengan perkiraan nilai mencapai $20 miliar.

Rencana ini sendiri kemudian dibatalkan setelah menghadapi penolakan luas dari berbagai konfederasi sepak bola.

Pada akhir Juli 2026, Lamour berbicara kepada Associated Press, mengungkapkan kekhawatiran seriusnya mengenai proyek FFE. Ia bahkan menyadari bahwa kritiknya dapat berujung pada kehilangan pekerjaannya, dengan tegas menyatakan, "Jika itu berarti saya kehilangan pekerjaan, maka biarlah."

Kritik Terbuka dan Tuduhan Penipuan Staf

Dalam pernyataannya, Lamour menuduh bahwa staf FIFA telah "ditipu" oleh Infantino terkait implikasi dari kesepakatan tersebut. Dia menekankan bahwa administrasi FIFA telah "ditipu" dan bahwa Infantino "percaya dia mewujudkan FIFA padahal seharusnya dia melayani FIFA."

Lamour juga mengungkapkan keprihatinan atas perlakuan terhadap rekan-rekannya, menegaskan bahwa mereka "layak mendapatkan yang lebih baik daripada penghinaan dan intimidasi." Ia secara spesifik menggambarkan rencana FFE sebagai "proyek satu orang."

Mantan COO FIFA itu mendesak para pemimpin politik sepak bola untuk "bertanya pada diri sendiri pertanyaan yang tepat dan membuat keputusan yang tepat" terkait masa depan turnamen tersebut.

Konfirmasi FIFA dan Krisis Internal Berlanjut

FIFA secara resmi mengonfirmasi berakhirnya hubungan kerja dengan Kevin Lamour pada tanggal 17 Agustus 2026. Dalam pernyataan resminya, seorang juru bicara FIFA menyampaikan, "FIFA dapat mengonfirmasi bahwa hubungan kerja antara FIFA dan Kevin Lamour sebagai Chief Operating Officer FIFA telah berakhir pada 17 Agustus 2026. FIFA berterima kasih kepada Kevin atas dua tahun pengabdiannya dan mendoakan yang terbaik untuk masa depannya. Tidak ada komentar lebih lanjut yang akan diberikan mengenai masalah ini."

Informasi mengenai kepergian Lamour ini sebelumnya telah disampaikan kepada staf dan anggota Dewan FIFA melalui email oleh Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafstrom. Lamour sendiri diketahui bergabung dengan organisasi sepak bola dunia tersebut pada November 2024, setelah sebelumnya menjabat sebagai wakil sekretaris jenderal UEFA.

Kepergian Lamour terjadi pada hari yang sama ketika Carlos Cordeiro, salah satu penasihat senior Infantino, juga mengundurkan diri sebagai bentuk protes terhadap proposal yang sama. Cordeiro menyebut rencana tersebut sebagai "kesepakatan yang buruk untuk sepak bola."

Peristiwa ini memperdalam ketidakstabilan di puncak FIFA dan menambah daftar krisis internal dalam manajemen Infantino, yang kepemimpinannya semakin menghadapi kritik dari berbagai konfederasi, pemain, dan organisasi.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Putra Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Merapat ke Bali United

Read Entire Article
Bisnis | Football |