Kai Havertz Cetak Gol ke Gawang Mantan, Rasanya Campur Aduk

6 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Penyerang Arsenal, Kai Havertz, mengaku memiliki perasaan campur aduk setelah mencetak gol penalti dramatis ke gawang mantan klubnya, Bayer Leverkusen. Gol tersebut lahir hanya satu menit sebelum waktu normal berakhir dan memastikan kemenangan penting bagi The Gunners.

Havertz sukses menjalankan tugasnya dari titik putih setelah wasit menunjuk penalti menyusul jatuhnya pemain pengganti Arsenal, Noni Madueke, di dalam kotak terlarang. Meski kontak yang terjadi terlihat minimal, keputusan tetap diberikan kepada tim tamu.

Bagi Havertz, momen tersebut terasa spesial sekaligus emosional. Pemain asal Jerman itu pernah membela Leverkusen selama beberapa musim dan mencatatkan sekitar 150 penampilan sebelum melanjutkan kariernya ke Inggris. Karena kedekatan emosional itu pula, Havertz memilih meredam selebrasinya usai mencetak gol.

Perasaan Kai Havertz

Dalam wawancaranya dengan DAZN, Havertz mengakui bahwa mengeksekusi penalti di menit akhir bukanlah tugas mudah.

“Penalti di menit terakhir tidak selalu mudah. Namun momen seperti inilah yang selama bertahun-tahun saya persiapkan,” ujar Havertz.

Ia menambahkan bahwa dirinya tetap merasa senang bisa mengambil tanggung jawab tersebut dan membantu tim meraih hasil penting.

“Saya tentu senang bisa maju dan mencetak gol. Tapi secara pribadi saya juga merasa sedikit bersimpati kepada para pemain Leverkusen. Namun inilah sepak bola,” lanjutnya.

Penilaian Robert Andrich

Gol Havertz menjadi sangat krusial bagi Arsenal yang sebelumnya sempat tertinggal lebih dulu. Kapten Leverkusen, Robert Andrich, membuka keunggulan tim tuan rumah sebelum Arsenal akhirnya mampu membalikkan keadaan.

Meski demikian, keputusan wasit memberikan penalti kepada Arsenal memicu protes keras dari kubu Leverkusen. Andrich menilai insiden yang melibatkan Madueke terlalu ringan untuk menghasilkan penalti.

“Kontaknya sangat sedikit. Seharusnya dia tidak jatuh seperti itu. Saya juga sering mengalami situasi seperti ini, tapi menurut saya itu sangat minimal,” kata Andrich.

Ia juga menilai bahwa Madueke terlihat jatuh sedikit terlambat setelah terjadi kontak kecil.

“Perasaan saya, ada sedikit sentuhan lalu dia jatuh beberapa saat kemudian. Jika dilihat ulang, rasanya bahkan semakin kecil. Menurut saya itu tidak cukup untuk penalti,” tambahnya.

Kekecewaan serupa juga diungkapkan oleh pelatih Bayer Leverkusen, Kasper Hjulmand. Ia menilai keputusan tersebut tidak tepat dan seharusnya tidak menjadi penalti. “Tidak ada kontak yang jelas dan kemudian dia jatuh. Itu bukan penalti,” ujar Hjulmand. Menurutnya, jika wasit tidak langsung meniup peluit dan membiarkan VAR meninjaunya lebih dulu, kemungkinan besar penalti tidak akan diberikan.

Read Entire Article
Bisnis | Football |