Kabar Duka: Harianto Badjoeri Meninggal Dunia, Mantan Manajer Persija dan Kasatpol PP DKI Berpulang

12 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Kabar duka menyelimuti dunia sepak bola nasional dan pemerintahan DKI Jakarta. Harianto Badjoeri, sosok yang pernah menjabat sebagai manajer Persija Jakarta dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) DKI Jakarta, telah meninggal dunia pada Minggu, 22 Februari 2026, malam. Kepergiannya ini terjadi setelah beliau berjuang melawan penyakit stroke yang dideritanya selama delapan tahun terakhir.

Almarhum menghembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan. 

Informasi mengenai wafatnya Harianto Badjoeri telah dikonfirmasi dan diumumkan secara resmi oleh Persija Jakarta melalui akun media sosial klub pada Senin, 23 Februari 2026. Ucapan belasungkawa pun mengalir deras dari berbagai pihak, termasuk para pendukung Persija, suporter tim lain, hingga tokoh-tokoh penting yang pernah bekerja sama dengannya.

Jejak Karier di Dunia Sepak Bola Nasional

Harianto Badjoeri memiliki jejak karier yang signifikan di kancah sepak bola nasional, khususnya bersama klub kebanggaan ibu kota, Persija Jakarta. Beliau menjabat sebagai manajer Persija pada era akhir 2000-an, tepatnya sekitar tahun 2006 hingga 2010.

Selama kepemimpinannya, Persija Jakarta pernah membentuk skuad yang dijuluki "dream team" pada musim 2008/2009, yang hingga kini masih dikenang oleh para penggemar. Peran beliau tidak hanya sebatas manajer, tetapi juga pernah menjadi pengelola di PT Persija.

Atas dedikasi dan kontribusinya, Persija Jakarta menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya melalui akun resmi klub. Selain itu, beberapa mantan pemain Macan Kemayoran seperti Bambang Pamungkas dan Greg Nwokolo turut mengirimkan doa dan ucapan duka cita atas kepergian Harianto Badjoeri.

Dedikasi dan Ketegasan di Pemerintahan DKI Jakarta

Selain kariernya di dunia sepak bola, Harianto Badjoeri juga dikenal luas atas pengabdiannya di pemerintahan Provinsi DKI Jakarta. Beliau pernah menjabat sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) DKI Jakarta periode 2005-2010, pada masa kepemimpinan Gubernur Fauzi Bowo.

Sebagai Kasatpol PP, Harianto Badjoeri dikenal sebagai sosok yang tegas dan disiplin dalam menegakkan peraturan daerah. Beliau tidak segan-segan melakukan penertiban terhadap pengemis, pengamen, dan pedagang yang menyalahi aturan di ibu kota.

Di balik ketegasannya, Harianto Badjoeri juga dikenal sebagai pribadi yang dermawan dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Beliau kerap membantu orang-orang tidak mampu, bahkan membiayai pendidikan mereka hingga jenjang perguruan tinggi, termasuk membiayai pengamen hingga meraih gelar S2 dan S3.

Penghormatan Terakhir dan Warisan Kebaikan

Jenazah Harianto Badjoeri dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Prosesi pemakaman ini dihadiri oleh keluarga, kerabat, serta rekan-rekan sejawat yang ingin memberikan penghormatan terakhir.

Sebelum dimakamkan, almarhum dilepas dengan upacara kedinasan Satpol PP, sebuah bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengabdiannya selama menjabat sebagai Kasatpol PP DKI Jakarta. Upacara ini menunjukkan betapa besar pengaruh dan relasi yang dibangun almarhum semasa hidupnya.

Kepergian Harianto Badjoeri meninggalkan kesan mendalam bagi banyak orang. Beliau dikenang sebagai tokoh yang menginspirasi, tidak hanya karena ketegasannya dalam menjalankan tugas, tetapi juga karena kemurahan hati dan kepeduliannya terhadap sesama. Warisan kebaikan dan semangat pengabdiannya akan selalu dikenang oleh masyarakat.

Hansi Flick Tetap Anggap Jalan Juara La Liga Masih Panjang

Read Entire Article
Bisnis | Football |