Juventus Dapat Keajaiban: Krisis Penyerang Galatasaray Bisa Jadi Keuntungan

9 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Pertandingan antara Juventus melawan Galatasaray pada leg kedua play-off fase gugur Liga Champions 2025/2026 akan digelar di Allianz Stadium. Laga krusial ini dijadwalkan berlangsung pada Kamis (26/2/2026) pukul 03.00 WIB.

Galatasaray datang ke Turin dengan modal yang sangat meyakinkan. Mereka mengantongi kemenangan telak 5-2 pada pertemuan pertama yang berlangsung di Istanbul.

Kondisi tersebut menempatkan Juventus dalam tekanan yang sangat besar untuk membalikkan keadaan di markas sendiri. Publik sepak bola Italia menilai skuad asuhan Luciano Spalletti memerlukan performa luar biasa demi mengejar defisit tiga gol.

Namun, di tengah keunggulan agregat, Galatasaray justru dihantam masalah kebugaran pemain. Dua ujung tombak andalan mereka, Victor Osimhen dan Mauro Icardi, diragukan tampil akibat kondisi fisik yang tidak prima.

Kondisi Osimhen Jadi Perhatian

Osimhen terpaksa absen saat Galatasaray menderita kekalahan 0-2 dari Konyaspor di kompetisi domestik akhir pekan lalu. Penyerang asal Nigeria tersebut hingga kini masih berada dalam pengawasan medis yang intensif terkait masalah pada lututnya.

Tim medis klub baru akan memberikan keputusan akhir dalam beberapa jam ke depan. Penentuan apakah Osimhen bisa masuk dalam daftar susunan pemain di Turin sangat dinantikan mengingat kontribusi besarnya pada leg pertama.

Osimhen sendiri bukanlah sosok asing dengan atmosfer di Allianz Stadium. Pengalamannya merumput di Serie A bersama Napoli menjadikannya figur kunci dalam strategi penyerangan Galatasaray.

Icardi Tak dalam Kondisi Ideal

Masalah yang dihadapi Galatasaray kian pelik karena Mauro Icardi juga belum sepenuhnya pulih. Penyerang asal Argentina itu hanya sanggup bermain selama 45 menit saat melawan Konyaspor sebelum akhirnya ditarik keluar.

Berdasarkan laporan medis, Icardi mengalami nyeri pada bagian punggung yang menghambat pergerakannya di lapangan. Situasi ini membuat peluangnya untuk merumput dalam laga penentuan semakin menipis.

Padahal, Icardi memiliki rekam jejak yang impresif selama berkarier di Italia bersama Inter Milan. Ia bahkan pernah mencapai puncak performa saat berada di bawah asuhan Luciano Spalletti.

Juventus Tetap Butuh Keajaiban

Kemungkinan absennya dua penyerang utama tersebut diprediksi akan mengubah pendekatan taktik Galatasaray. Juventus diyakini akan bermain lebih agresif jika tidak mendapat ancaman langsung dari duet Osimhen dan Icardi.

Meski demikian, Galatasaray tetap berada di posisi yang sangat menguntungkan berkat keunggulan agregat yang mencolok. Mereka memiliki opsi untuk bermain lebih defensif dengan memanfaatkan kedalaman skuad yang ada.

Pertarungan antara Juventus dan Galatasaray ini diprediksi akan tetap berlangsung dengan tensi yang sangat tinggi. Juventus membutuhkan keajaiban untuk lolos, sementara Galatasaray hanya perlu menjaga konsistensi demi tiket babak 16 besar.

Kini, duel ini bukan hanya sekadar adu strategi, melainkan juga tentang ketahanan fisik para pemain pilar. Hasil akhir pertandingan sangat bergantung pada keputusan medis yang diambil sesaat sebelum laga dimulai.

Krisis Mental Juventus: Kekalahan dari Como Jadi Sinyal Bahaya Jelang Liga Champions

Read Entire Article
Bisnis | Football |