Junanto Herdiawan Resmi Jadi Kepala BI Jawa Barat

1 hour ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Thomas A.M. Djiwandono resmi mengukuhkan Junanto Herdiawan sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat menggantikan Muhamad Nur yang telah menjabat selama 2,5 tahun.

Pengukuhan dilakukan dalam acara yang turut dihadiri Anggota Komisi XI DPR RI, jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Forkopimda, perbankan, hingga berbagai pemangku kepentingan yang tergabung dalam ekosistem pentahelix Jawa Barat.

Dalam sambutannya, Thomas mengatakan pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari penguatan kapasitas kepemimpinan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Menurut dia, estafet kepemimpinan tersebut diharapkan semakin memperkuat dukungan Bank Indonesia sebagai mitra strategis pemerintah daerah.

BI menargetkan pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada 2026 berada di kisaran 4,9 persen hingga 5,7 persen secara tahunan (year on year/yoy), dengan inflasi tetap terjaga pada rentang sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen.

Untuk mencapai target tersebut, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi kebijakan melalui pengendalian harga, akselerasi investasi, reformasi struktural, pengembangan ekonomi kerakyatan, hingga digitalisasi sistem pembayaran.

Gubernur Jawa Barat Dedy Mulyadi juga menegaskan pentingnya peran Bank Indonesia sebagai lembaga independen dalam menjaga stabilitas rupiah dan ekonomi daerah.

Ekonomi Jawa Barat Tumbuh Lebih Tinggi dari Nasional

Bank Indonesia mencatat kinerja makroekonomi Jawa Barat pada triwulan I 2026 tetap solid. Ekonomi Jawa Barat tumbuh sebesar 5,79 persen (yoy), lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional.

Di sisi lain, inflasi April 2026 juga tetap terkendali di level 2,49 persen (yoy).

Menurut BI, capaian tersebut tidak terlepas dari efektivitas koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melalui strategi 4K, yakni:

  • Ketersediaan pasokan
  • Keterjangkauan harga
  • Kelancaran distribusi
  • Komunikasi efektif

Kolaborasi tersebut juga diperkuat melalui platform West Java Economic Society (WJES) yang secara rutin menghasilkan berbagai rekomendasi kebijakan untuk mendukung transformasi ekonomi yang inklusif.

Dalam kesempatan itu, Dedy Mulyadi menyampaikan apresiasi atas dukungan Bank Indonesia terhadap stabilitas ekonomi dan keuangan Jawa Barat.

Ia berharap sinergi antara BI dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat semakin kuat untuk mewujudkan pembangunan ekonomi yang merata dan berkelanjutan di wilayah tersebut.

BI Jawa Barat Dorong Investasi dan Digitalisasi

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat juga terus mempercepat masuknya investasi melalui program West Java Investment Challenge (WJIC).

Saat ini, terdapat sekitar 150 proyek strategis yang ditawarkan dengan total nilai investasi lebih dari Rp200 triliun.

Selain investasi, BI Jawa Barat juga fokus mengembangkan ekonomi syariah, ekonomi hijau, hingga pemberdayaan ekonomi pondok pesantren sebagai bagian dari penguatan Halal Value Chain.

Di sektor keuangan, BI terus memperkuat inklusi keuangan melalui keterlibatan aktif dalam Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD).

Sementara dalam aspek sistem pembayaran, BI Jawa Barat menargetkan daerah tersebut tetap menjadi pemimpin digitalisasi nasional melalui penguatan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).

Saat ini, Jawa Barat tercatat memiliki sekitar 13,38 juta pengguna QRIS dan 8,15 juta merchant QRIS.

Meski mendorong digitalisasi, BI memastikan ketersediaan uang tunai tetap terjaga melalui distribusi Uang Layak Edar (ULE) hingga ke pelosok daerah.

Dengan kepemimpinan baru, BI Jawa Barat berharap dapat terus memperkuat ketahanan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan.

Read Entire Article
Bisnis | Football |